home edukasi & pesantren

Perilaku Netizen Indonesia Gambar Literasi Digital yang Rendah

Jum'at, 25 Maret 2022 - 10:02 WIB
Ilustrasi berita hoaks di ranah digital. Foto: Langit7/iStock
Derasnya informasi di dunia digital Indonesia saat ini tidak dibarengi dengan tingginya tingkat literasi. Dosen Ilmu Informasi dan Perpustakaan (IIP) Universitas Airlangga Dr Rahma Sugihartati Dra MSi menyebut membuat dan menyaring informasi secara kritis di Indonesia masih menjadi persoalan.

Padahal, lanjut Rahma, literasi digital menjurus pada dua aspek penting, yaitu kemampuan menggunakan informasi dan teknologi digital dalam banyak format. Juga menyaring dan kritis terhadap informasi.

Baca juga: MUI Paparkan 4 Kecakapan Penting dalam Literasi Digital

“Yang kedua ini (menyaring dan kritis terhadap informasi), tampaknya kita masih menjadi persoalan,” ujar Rahma seperti dikutip dari laman resmi Universitas Airlangga, Jumat (25/3/2022).

Terkait pengoperasian teknologi digital, Rahma menilai anak muda lumayan menguasainya. Namun, untuk keahlian mengevaluasi dan mencerna informasi secara kritis, generasi muda mesti lebih banyak belajar.

“Contohnya, tampak pada penyebaran hoaks yang masih tinggi. Terutama ketika event politik terjadi. Termasuk juga hate speech,” katanya.

Ia menambahkan, perilaku netizen sebenarnya menggambarkan kemampuan literasi digital yang rendah.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya