home edukasi & pesantren

Duta Qur'an: Masih Banyak Guru Ngaji Belum Dapat Upah Layak

Ahad, 27 Maret 2022 - 11:36 WIB
Kesejahteraan guru ngaji sering luput dari perhatian dengan upah di bawah standar. Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
Infrastruktur yang layak dan terjaganya kesejahteraan pendidik Al-Qur’an adalah faktor penting untuk mendukung pengkaderan para penghafal Al-Qur’an. Hal tersebut meliputi kondisi lembaga pendidikannya, pengajar, santri, orang tua santri hingga lingkungan yang kondusif.

Presiden Duta Qur’an Indonesia, Ummi Rasyid mengatakan masih banyak guru ngaji di Indonesia belum mendapat apresiasi yang layak. Kesejahteraan guru ngaji sering luput dari perhatian dengan upah di bawah standar.

Saat ini, kata Ummi Rasyid, masih banyak guru ngaji yang mendapatkan upah di bawah Rp50 ribu per bulan atau bahkan tak mendapatkan bayaran sekalipun. Ummi Rasyid mengatakan, hanya sekitar 15 persen guru ngaji yang menerima bayaran Rp500 ribu atau lebih.

Baca Juga:Penuhi Kebutuhan Santri, ASAR Humanity Luncurkan Program 1.000 Ton Beras

"Hanya 15 persen dari data kami miliki itu menerima per bulan Rp500 ribu ke atas. Selebihnya, Rp500 ribu ke bawah. Dan bahkan di Kepulauan Aru, mereka tetap ikhlas mengajar di bagian Indonesia paling timur," ujarnya saat Grand Launching Duta Quran Indonesia dan Program Serbu Dutaqu di Kampus Al Madinah, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Ahad (27/3/2022).

Padahal, pengabdian dan kinerja guru ngaji terbilang maksimal. Mereka harus meninggalkan kampungnya dengan menaiki perahu untuk mengajar dan ikhlas bila tidak menerima bayaran.

Pendiri Pesantren Tahfidz Ar-Rasyid, Cibinong, Bogor ini menilai peran guru ngaji sangat vital dalam proses pembentukan penghafal Qur’an, yakni guru ngaji. Para pendidik Al-Quran, katanya, semestinya mendapat kesejahteraan yang layak atas upayanya mencerdaskan generasi muda lewat Al-Qur’an.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
penghafal quran kedaulatan pangan baca alquran guru ngaji asar humanity
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya