Ini Cara Tidak Tertipu Belanja Online jelang Ramadhan
Mahmuda attar hussein
Selasa, 29 Maret 2022 - 12:20 WIB
Ilustrasi belanja online. (Foto: iStock).
Warganet harus mewaspadai potensi penipuan belanja online, apalagi jelang Ramadhan. Banyak orang yang memanfaatkan momen tersebut untuk melakukan phising.
Manajer umum Kaspersky di Asia Tenggara, Yeo Siang Tiong mengatakan, para pelaku tindak kriminal di dunia maya mengambil momen hari besar karena banyak orang yang melakukan belanja online dan pembayaran elektronik.
"Teknik penyebaran phishing belakangan ini bukan lagi secara acak, penjahat siber memperhatikan tren dan hari besar lokal," kata Tiong dalam keterangannya dilansir Antaranews, Selasa (29/3/2022).
Baca Juga: Esensi Ramadhan, Menahan Diri dari Belanja Mubazir
Banyak keluarga yang menggunakan platform belanja online untuk mempersiapkan keperluan pada bulan Ramadhan. Lalu penjahat siber ini pun menyebarkan serangan phishing, membuat tautan ke situs palsu untuk mengambil informasi korban
Data Kaspersky untuk Indonesia menunjukkan ada penurunan pangsa pasar pengguna yang terkena upaya phishing, yaitu 3,9 persen pada 2021 dibandingkan dengan 11,6 persen pada 2020.
Sayangnya, penurunan jumlah serangan phishing tidak berarti dunia digital lebih aman. Ketika permintaan belanja online tinggi, hal yang sama berlaku untuk serangan phishing.
Manajer umum Kaspersky di Asia Tenggara, Yeo Siang Tiong mengatakan, para pelaku tindak kriminal di dunia maya mengambil momen hari besar karena banyak orang yang melakukan belanja online dan pembayaran elektronik.
"Teknik penyebaran phishing belakangan ini bukan lagi secara acak, penjahat siber memperhatikan tren dan hari besar lokal," kata Tiong dalam keterangannya dilansir Antaranews, Selasa (29/3/2022).
Baca Juga: Esensi Ramadhan, Menahan Diri dari Belanja Mubazir
Banyak keluarga yang menggunakan platform belanja online untuk mempersiapkan keperluan pada bulan Ramadhan. Lalu penjahat siber ini pun menyebarkan serangan phishing, membuat tautan ke situs palsu untuk mengambil informasi korban
Data Kaspersky untuk Indonesia menunjukkan ada penurunan pangsa pasar pengguna yang terkena upaya phishing, yaitu 3,9 persen pada 2021 dibandingkan dengan 11,6 persen pada 2020.
Sayangnya, penurunan jumlah serangan phishing tidak berarti dunia digital lebih aman. Ketika permintaan belanja online tinggi, hal yang sama berlaku untuk serangan phishing.