Hati-hati Kolesterol Naik, Hindari Takjil Manis dan Gorengan saat Berbuka
Fifiyanti Abdurahman
Kamis, 31 Maret 2022 - 16:32 WIB
Pisang goreng dan segelas kopi. Foto: Langit7/iStock
Ramadhan merupakan bulan istimewa bagi umat Muslim di seluruh dunia. Umumnya di bulan ini menu masakan yang tersaji pun spesial atau tidak biasa seperti hari-hari lainnya.
Namun, ternyata ini menjadi celah untuk lupa menjaga pola makan, khususnya saat berbuka puasa. Mulai dari takjil minuman manis, gorengan, atau makanan bersantan. Kondisi ini pun memicu peningkatkan kolesterol akibat mengonsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh dan gula berlebih tersebut.
Padahal, kadar kolesterol tinggi bisa menimbulkan banyak penyakit seperti jantung koroner, stroke, hingga penyumbatan pembuluh darah.
Baca juga: Tiga Srikandi Akademisi, Hasilkan Produk Yogurt Berkhasiat Atasi Kolesterol Jahat
Dokter spesialis gizi klinis RS Siloam Kebon Jeruk dr. Sheena R. Angelia, M.Gizi, SpGK, mengakui kadang-kadang memang orang kerap lengah menjaga asupan nutrisi berkualitas dan mudah khilaf ketika tersaji banyak makan enak saat berbuka di bulan puasa.
“Padahal saat berpuasa, banyak orang cenderung mengurangi aktivitas fisik karena khawatir membatalkan ibadah puasa. Hal ini menimbulkan risiko “sedentary lifestyle” yaitu gaya hidup yang minim aktivitas fisik," kata dr Sheena yang dikutip dari siaran pers, Kamis (31/3/2022).
Ia menambahkan, jika dikombinasikan dengan pola diet kurang sehat, gaya hidup semacam ini dapat berisiko. Terkadang orang menganggap makan segalanya saat berpuasa adalah apresiasi terhadap diri karena telah berpuasa selama belasan jam.
Namun, ternyata ini menjadi celah untuk lupa menjaga pola makan, khususnya saat berbuka puasa. Mulai dari takjil minuman manis, gorengan, atau makanan bersantan. Kondisi ini pun memicu peningkatkan kolesterol akibat mengonsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh dan gula berlebih tersebut.
Padahal, kadar kolesterol tinggi bisa menimbulkan banyak penyakit seperti jantung koroner, stroke, hingga penyumbatan pembuluh darah.
Baca juga: Tiga Srikandi Akademisi, Hasilkan Produk Yogurt Berkhasiat Atasi Kolesterol Jahat
Dokter spesialis gizi klinis RS Siloam Kebon Jeruk dr. Sheena R. Angelia, M.Gizi, SpGK, mengakui kadang-kadang memang orang kerap lengah menjaga asupan nutrisi berkualitas dan mudah khilaf ketika tersaji banyak makan enak saat berbuka di bulan puasa.
“Padahal saat berpuasa, banyak orang cenderung mengurangi aktivitas fisik karena khawatir membatalkan ibadah puasa. Hal ini menimbulkan risiko “sedentary lifestyle” yaitu gaya hidup yang minim aktivitas fisik," kata dr Sheena yang dikutip dari siaran pers, Kamis (31/3/2022).
Ia menambahkan, jika dikombinasikan dengan pola diet kurang sehat, gaya hidup semacam ini dapat berisiko. Terkadang orang menganggap makan segalanya saat berpuasa adalah apresiasi terhadap diri karena telah berpuasa selama belasan jam.