Langit7, Jakarta - Yogurt memiliki segudang manfaat yang bagi kesehatan. Produk olahan susu satu ini mengandung probiotik yang terbukti dapat membantu mengatasi masalah pencernaan.
Selain itu, yogurt juga telah diproduksi dalam berbagai varian rasa, bentuk, dan kemasan. Seperti frozen yogurt, cair, dan krim, serta dengan berbagai bahan campuran yang menyehatkan.
Kali ini, datang varian baru dari yogurt yang dikembangkan peneliti Universitas Widya Mataram (UWM) berkolaborasi dengan peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM).
Baca juga: Mohiuddin, Dokter Muslim yang Sukses Lakukan Cangkok Jantung Babi ke ManusiaDilansir new.widyamataram.ac.id, produk yang dikembangkan oleh akademisi itu diberi nama Family Yogurt. Diyakini, produk ini menjadi alternatif bagi konsumen yang ingin menjaga kesehatan sistem pencernaan dan efek kesehatan lainnya.
Dikatakan alternatif, karena Family Yogurt sendiri menggunakan bahan yang di dalamnya terdapat sayur jenis seledri atau
apium graveolens. Dengan kata lain, produk ini juga bisa disebut dengan yogurt seledri.
Peneliti dari Program Studi Teknologi Pangan Fakultas Teknologi Sain dan Teknologi (FST) UWM, Ambar Rukmini menjelaskan, saat ini proses kelayakan produk dan gak intelektual dari Family Yogurt telah rampung.
Dia bersama rekannya juga telah mendapatkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.
“Dari hasil penelitian, komposisi yogurt seledri ini dapat menurunkan kadar kolesterol total,
low-density lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat, meningkatkan HDL (high-density lipoprotein/kolesterol baik). Jadi konsumen yang meminum produk ini bisa memenuhi kebutuhan gizi harian sekaligus menjaga kesehatannya," kata dia dalam keterangannya, dikutip Minggu (6/2).
Baca juga: Dokter Muslim Telah Temukan Obat Kanker Sejak Abad ke-12Adapun komposisi bahan yang digunakan dalam Yogurt seledri ini, di antaranya susu sapi pasteurisasi, seledri, gula pasir dan dua macam biakan bakteri asam laktat, seperti
Lactobacillus bulgaricus dan
Streptococcus thermophillus.
"Bahan-bahan tersebut menjadikan kandungan gizi yogurt seledri ini sangat tinggi. Asupan yogurt dalam tubuh juga mudah diserap dalam sistem pencernaan manusia. Peran bakteri asam laktat yang diinokulasikan mampu menyeimbangkan mikroflora usus," jelasnya.
Produksi yogurt seledri secara massal telah dimulaiBekerjasama dengan rumah produksi CV Javaraya Milk, Ambar dkk telah memulai produksi yogurt seledri ini secara massal. Dengan peluncuran produk ke pasar yang telah dilaksanakan mulai pertengahan Januari 2022 lalu, dan kapasitas produksi awal 30 liter dalam satu minggu.
“Konsumen bisa mendapatkan produk yogurt seledri ini
by order atau pesan terlebih dahulu. Dalam waktu dekat, konsumen bisa beli online. Kami sedang menyiapkan dan merintis untuk pemasaran online," tambahnya.
Baca juga: Azim Premji, Miliarder Muslim Terkaya di Asia yang DermawanSebagai informasi, yogurt seledri ini dilahirkan berkat hasil kolaborasi tiga peneliti senior. Selain Ambar, dua peneliti lainnya yakni Dr. Lily Arsanti Lestari, S.TP., M.Sc, doktor pada Program Studi Gizi Kesehatan Fakulas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (UGM). Kemudian Aninditya Ratnaningtyas, S.Gz., M.Sc.
Ambar Rukmini bersama dua kolega peneliti merupakan penerima hibah penelitian dari Kementerian Riset dan Teknologi Direktorat Pendidikan Tinggi periode 2019-2020. Penelitian tentang pembuatan yogurt dengan bahan sayur seledri ini berlangsung selama dua tahun.
(zul)