Tafsir Al-Baqarah 189: Fungsi Bulan untuk Tentukan Waktu Ibadah
Fajar adhitya
Kamis, 31 Maret 2022 - 19:00 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
Hisab dan Rukyat merupakan metode untuk menentukan awal bulan hijriah dengan memperhitungkan posisi bulan. Lewat perhitungan astronomis dan konfirmasi lapangan dengan melihat langsung maka masuknya awal bulan dapat ditetapkan.
Menurut sains, bulan adalah satelit bumi yang berukuran sekitar seperempat dari ukuran bumi. Ia beredar mengelilingi bumi pada jarak rata-rata 384,400 kilometer di bawah tarikan gaya gravitasi bumi.
Akibat peredarannya inilah bulan mengalami fase-fase dan di antaranya terjadi fenomena bulan sabit, bulan purnama, bulan baru, dan bulan mati. Semuanya terjadi karena posisi bulan dan bumi yang bergeser secara teratur terhadap posisi matahari.
Baca Juga:Bakal Banjir Pesanan di Ramadhan, Pelaku UMKM Bisa Terapkan 5 Tips Ini
Surat Al-Baqarah ayat 189:
يَسـَٔلُوْنَكَ عَنِ الْاَهِلَّةِ ۗ قُلْ هِيَ مَوَاقِيْتُ لِلنَّاسِ وَالْحَجِّ
Artinya: Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang bulan sabit. Katakanlah, “Itu adalah (penunjuk) waktu bagi manusia dan (ibadah) haji.”
Menurut sains, bulan adalah satelit bumi yang berukuran sekitar seperempat dari ukuran bumi. Ia beredar mengelilingi bumi pada jarak rata-rata 384,400 kilometer di bawah tarikan gaya gravitasi bumi.
Akibat peredarannya inilah bulan mengalami fase-fase dan di antaranya terjadi fenomena bulan sabit, bulan purnama, bulan baru, dan bulan mati. Semuanya terjadi karena posisi bulan dan bumi yang bergeser secara teratur terhadap posisi matahari.
Baca Juga:Bakal Banjir Pesanan di Ramadhan, Pelaku UMKM Bisa Terapkan 5 Tips Ini
Surat Al-Baqarah ayat 189:
يَسـَٔلُوْنَكَ عَنِ الْاَهِلَّةِ ۗ قُلْ هِيَ مَوَاقِيْتُ لِلنَّاسِ وَالْحَجِّ
Artinya: Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang bulan sabit. Katakanlah, “Itu adalah (penunjuk) waktu bagi manusia dan (ibadah) haji.”