Perhatikan Asupan Buka Puasa, Potensi Penyakit Tidak Menular
Fifiyanti Abdurahman
Jum'at, 01 April 2022 - 10:02 WIB
Santapan saat berbuka puasa wajib diperhatikan karena berpotensi menyebabkan penyakit tidak menular. Foto: Langit7/iStock
Puasa merupakan ibadah wajib bagi umat Muslim yang jika dilaksanakan tidak hanya mendatangkan pahala tetapi juga bermanfaat bagi kesehatan tubuh.
Manfaat puasa yang didapatkan seperti menstabilkan gula darah, kolesterol, memastikan detak jantung teratur, menurunkan berat badan, menurunkan tekanan darah tinggi dan masih banyak manfaat baik lain.
Namun, seringkali kita lengah kala berbuka puasa dengan mengonsumsi makanan dan minuman yang tinggi gula dan lemak. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko penyakit tidak menular seperti diabetes, hiperglikemia, hipertensi, serta osteoporosis.
Baca juga: Ibu Menyusui Bisa Puasa, Ini Cara supaya ASI Tetap Lancar
Pakar gizi klinis dr Fiastuti Witjaksono menjelaskan saat berpuasa tubuh manusia akan mengalami perubahan fungsi. Hal tersebut dikarena berkurangnya asupan nutrisi selama belasan jam.
"Selama berpuasa, tubuh manusia akan beradaptasi dan mengalami perubahan fungsi akibat berkurangnya asupan nutrisi selama lebih dari 12 jam yang dapat membuat tubuh terasa lapar, haus, lesu, kurang tenaga, daya tahan tubuh menurun, hingga konstipasi," jelas dr Fiastuti dalam acara bertajuk "Manfaat Susu untuk Amunisi Saat Puasa," Kamis (31/3/2022).
Kondisi tersebut kemudian mempengaruhi keinginan saat berbuka puasa dengan makanan yang tinggi gula dan lemak. Menurut dr Fiastuti, hal itulah yang menjadi penyebab kolesterol LDL meningkat setelah Ramadhan. Sehingga berpotensi meningkatkan penyakit tidak menular lainnya.
Manfaat puasa yang didapatkan seperti menstabilkan gula darah, kolesterol, memastikan detak jantung teratur, menurunkan berat badan, menurunkan tekanan darah tinggi dan masih banyak manfaat baik lain.
Namun, seringkali kita lengah kala berbuka puasa dengan mengonsumsi makanan dan minuman yang tinggi gula dan lemak. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko penyakit tidak menular seperti diabetes, hiperglikemia, hipertensi, serta osteoporosis.
Baca juga: Ibu Menyusui Bisa Puasa, Ini Cara supaya ASI Tetap Lancar
Pakar gizi klinis dr Fiastuti Witjaksono menjelaskan saat berpuasa tubuh manusia akan mengalami perubahan fungsi. Hal tersebut dikarena berkurangnya asupan nutrisi selama belasan jam.
"Selama berpuasa, tubuh manusia akan beradaptasi dan mengalami perubahan fungsi akibat berkurangnya asupan nutrisi selama lebih dari 12 jam yang dapat membuat tubuh terasa lapar, haus, lesu, kurang tenaga, daya tahan tubuh menurun, hingga konstipasi," jelas dr Fiastuti dalam acara bertajuk "Manfaat Susu untuk Amunisi Saat Puasa," Kamis (31/3/2022).
Kondisi tersebut kemudian mempengaruhi keinginan saat berbuka puasa dengan makanan yang tinggi gula dan lemak. Menurut dr Fiastuti, hal itulah yang menjadi penyebab kolesterol LDL meningkat setelah Ramadhan. Sehingga berpotensi meningkatkan penyakit tidak menular lainnya.