home edukasi & pesantren

Jelang Ramadhan, Haruskah Maaf-maafan?

Jum'at, 01 April 2022 - 15:00 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Pintu Ramadhan telah terbuka lebar. Semua umat Islam bercuka-cita memasuki bulan penuh rahmat tersebut. Beberapa kalangan terbiasa dengan saling meminta maaf dan memaafkan menjelang Ramadhan.

Tradisi bermaaf-maafan sebelum Ramadhan sebenarnya mirip saat hari lebaran. Biasanya, pada kedua momen itu, gawai penuh dengan pesan serupa. Tradisi ini sudah menjadi lumrah di tengah masyarakat.

Dai kondang, Ustadz Adi Hidayat (UAH), menilai maaf-maafan menjelang Ramadhan dan lebaran merupakan tradisi yang baik. Tradisi itu sama sekali tidak menyalahi syariat.

Baca juga: KH Maruf Amin: Puasa Harus Lahirkan Ketakwaan

Namun, UAH menekankan, saling maaf-maafan bukan hanya pada dua momen tersebut. Maaf-maafan harus dilakukan setiap waktu. Anjuran tersebut sesuai dengan Surah Ali-Imran ayat 133-134.

۞ وَسَارِعُوْٓا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ وَالْاَرْضُۙ اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَۙ

“Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa,”
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
bulan ramadhan jelang ramadhan tradisi ajaran islam ustadz adi hidayat
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya