home global news

Awal Ramadhan, Pakar Astronomi: Rukyatul Hilal dan Hisab Seperti 2 Sisi Mata Uang

Jum'at, 01 April 2022 - 18:30 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Ahli Astronomi dan Astrofisika dari Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof Thomas Djamaluddin, posisi rukyat dan hisab setara, bisa saling menggantikan atau saling melengkapi.

“Rukyatul Hilal dan Hisab itu seperti dua sisi mata uang, tidak bisa dipisahkan,” kata Thomas dalam Sidang Sibat di Kantor Kementerian Agama RI, Jumat Sore (1/4/2022).

Thomas menjelaskan, rukyatul hilal merupakan metode dengan melakukan pengamatan ketampakan hilal atau bulan sabit saat Matahari terbenam menjelang awal bulan pada kalender Hijriah.

Sedangkan hisab dapat diartikan dengan perhitungan secara matematis dan astronomis untuk menentukan posisi bulan dalam menentukan dimulainya awal bulan pada kalender Hijriah.

Baca Juga:Sidang Isbat 1 April 2022, Awal Ramadhan Berpotensi Tak Serentak

Thomas menjelaskan, tanda-tanda awal bulan yang berupa hilal bisa dilihat dengan mata (rukyat) dan bisa juga dihitung (hisab). Hal itu berdasarkan rumusan keteraturan fase-fase Bulan dan data-data rukyat sebelumnya tentang kemungkinan hilal bisa dirukyat.

Kendati begitu, Thomas menegaskan, dua metode tersebut bukan penyebab perbedaan penentuan awal Ramadhan atau pun Idul Fitri di Indonesia. Tahun ini, para astronom sudah mengantisipasi akan adanya potensi perbedaan awal puasa.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
rukyatul hilal ramadhan hisab 1 ramadan awal ramadhan
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya