Hasil Hilal Kemenag, 1 Ramadhan Jatuh pada 3 April 2022
Muhajirin
Jum'at, 01 April 2022 - 19:37 WIB
Gedung Kemenag di Jalan MH Thamrin Jakarta Pusat. (Foto: Istimewa)
Awal puasa 2022 jatuh pada 3 April 2022, seturut keputusan hasil Sidang Isbat yang sudah diumumkan oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI pada Jumat (1/4/2022).
“Berdasarkan hisab, posisi hilal seluruh Indonesia sudah di atas ufuk. Akan tetapi, ini belum memenuhi kriteria MABIMS baru yaitu tinggi hilal 3 derajat dan sudut elongasi 6,4 derajat, serta laporan rukyatul hilal, secara mufakat bahwa 1 Ramadhan 1443 H jatuh pada Ahad 3 April 2022,” kata Menag, Yaqut Cholil Qoumas, dalam konferensi pers sidang Isbat, Jumat (1/4/2022).
Baca juga: Kemenag: Hilal Tidak Teramati, Awal Ramadhan Kemungkinan Ahad
Yaqut menjelaskan, hasil sidang tersebut berdasarkan hasil rukyatul hilal (pemantauan pada penampakan bulan sabit pertama tanda awal Ramadhan 1443 H) yang di 101 titik di seluruh daerah Tanah Air.
“Ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia sudah di atas ufuk, berkisar antara 1 derajat 6,78 menit sampai dengan 2 derajat 10,02 menit. Ini adalah posisi hilal yang berdasarkan hisab. Suatu metode untuk mengetahui posisi ketinggian hilal, sehingga apakah memungkinkan hilal itu bisa dilihat atau tidak,” ucap Yaqut.
Dia menjelaskan, dalam menentukan 1 Ramadhan, Kemenag selalu menggunakan dua metode yakni hisab dan rukyatul hilal.
“Hisab dan rukyatul hilal selama ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan satu dengan yang lain yaitu metode hisab (perhitungan) dan rukyat (Melihat langsung) keberadaan hilal,” ucap Yaqut.
“Berdasarkan hisab, posisi hilal seluruh Indonesia sudah di atas ufuk. Akan tetapi, ini belum memenuhi kriteria MABIMS baru yaitu tinggi hilal 3 derajat dan sudut elongasi 6,4 derajat, serta laporan rukyatul hilal, secara mufakat bahwa 1 Ramadhan 1443 H jatuh pada Ahad 3 April 2022,” kata Menag, Yaqut Cholil Qoumas, dalam konferensi pers sidang Isbat, Jumat (1/4/2022).
Baca juga: Kemenag: Hilal Tidak Teramati, Awal Ramadhan Kemungkinan Ahad
Yaqut menjelaskan, hasil sidang tersebut berdasarkan hasil rukyatul hilal (pemantauan pada penampakan bulan sabit pertama tanda awal Ramadhan 1443 H) yang di 101 titik di seluruh daerah Tanah Air.
“Ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia sudah di atas ufuk, berkisar antara 1 derajat 6,78 menit sampai dengan 2 derajat 10,02 menit. Ini adalah posisi hilal yang berdasarkan hisab. Suatu metode untuk mengetahui posisi ketinggian hilal, sehingga apakah memungkinkan hilal itu bisa dilihat atau tidak,” ucap Yaqut.
Dia menjelaskan, dalam menentukan 1 Ramadhan, Kemenag selalu menggunakan dua metode yakni hisab dan rukyatul hilal.
“Hisab dan rukyatul hilal selama ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan satu dengan yang lain yaitu metode hisab (perhitungan) dan rukyat (Melihat langsung) keberadaan hilal,” ucap Yaqut.