Saudi Mulai Puasa Hari ini, Kenapa Bisa Berbeda dengan Indonesia?
Muhajirin
Sabtu, 02 April 2022 - 14:00 WIB
Ifthar jamai di Masjidil Haram (foto: istimewa)
Komite pemantauan penampakan bulan Kerajaan Arab Saudi mengumumkan 1 Ramadhan 1443 H jatuh pada Sabtu, 2 April 2022. Bulan sabit yang menandai dimulainya Ramadhan ini terlihat di Arab Saudi pada Jumat malam (1/4/2022).
Bulan sabit Ramadhan teramati menggunakan kamera CCD di observatorium Taif. Di saat bersamaan, seluruh observatorium di Kerajaan termasuk Sudair dan Tumair juga melakukan pengamatan.
Lalu, mengapa Wilayah Indonesia belum masuk Ramadhan, namun Saudi yang memiliki waktu lebih mundur 4 jam dari Indonesia justru lebih awal masuk bulan puasa?
Baca juga: Tarawih Pertama di Masjidil Haram, Jumlah Rakaat Dikurangi
Penulis buku Bahasa Arab untuk Semua, Muhammad Zulifan, mengatakan, perbedaan waktu puasa tersebut karena perhitungan waktu GMT berdasar peredaran matahari (kalender Syamsiyah).
Sedangkan, awal Ramadhan atau bulan-bulan Hijriyah berdasar kalender lunar (qamariyah) yakni penampakan bulan sabit pertama (hilal) di negara masing-masing (ikhtilaful mathali').
“Jadi secara kalender Syamsiyah, Indonesia yang berada di wilayah Timur akan lebih awal waktunya 4 jam. Tapi, berdasarkan terbit hilal (qamariyah), negara Saudi bisa 20 jam lebih dahulu sebab kelihatan hilalnya,” kata Zulifan melalui akun Facebook-nya, Sabtu (2/4/2022).
Bulan sabit Ramadhan teramati menggunakan kamera CCD di observatorium Taif. Di saat bersamaan, seluruh observatorium di Kerajaan termasuk Sudair dan Tumair juga melakukan pengamatan.
Lalu, mengapa Wilayah Indonesia belum masuk Ramadhan, namun Saudi yang memiliki waktu lebih mundur 4 jam dari Indonesia justru lebih awal masuk bulan puasa?
Baca juga: Tarawih Pertama di Masjidil Haram, Jumlah Rakaat Dikurangi
Penulis buku Bahasa Arab untuk Semua, Muhammad Zulifan, mengatakan, perbedaan waktu puasa tersebut karena perhitungan waktu GMT berdasar peredaran matahari (kalender Syamsiyah).
Sedangkan, awal Ramadhan atau bulan-bulan Hijriyah berdasar kalender lunar (qamariyah) yakni penampakan bulan sabit pertama (hilal) di negara masing-masing (ikhtilaful mathali').
“Jadi secara kalender Syamsiyah, Indonesia yang berada di wilayah Timur akan lebih awal waktunya 4 jam. Tapi, berdasarkan terbit hilal (qamariyah), negara Saudi bisa 20 jam lebih dahulu sebab kelihatan hilalnya,” kata Zulifan melalui akun Facebook-nya, Sabtu (2/4/2022).