Manfaat Rukuk untuk Kesehatan, Penyangga Pusat Saraf hingga Cegah Prostat
Ahmad zuhdi
Kamis, 29 Juli 2021 - 17:01 WIB
Ilustrasi gerakan rukuk dalam shalat. Foto: LANGIT7.ID/ iStock.
Ibadah shalat sebagai bentuk penghambaan kepada Allah SWT, secara medis juga memiliki manfaat untuk kesehatan dan anatomi tubuh. Di antara gerakan tersebut, mulai dari takbiratul ihram sampai salam adalah rukuk.
Tatkala seorang muslim melakukan rukuk yang sempurna ditandai tulang belakang yang lurus. Diibaratkan, bila diletakkan segelas air di atas punggung, maka tak akan tumpah. Posisi kepala lurus dengan tulang belakang. Gerakan ini bermanfaat untuk menjaga kesempurnaan posisi serta fungsi tulang belakang (corpus vertebrae) sebagai penyangga tubuh dan pusat saraf.
Dalam keadaan tersebut, posisi jantung sejajar dengan otak, maka aliran darah maksimal pada tubuh bagian tengah, dan tangan yang bertumpu di lutut berfungsi untuk merelaksasikan otot-otot bahu hingga ke bawah. Dalam suatu penelitian, rukuk diyakini dapat mencegah gangguan prostat dan menjadi sarana latihan bagi kantong kemih.
Faidah rukuk untuk kesehatan ini ternyata sejalan dengan hadits Rasulullah yang menganjurkan para sahabat untuk memperlama gerakan rukuk serta banyak membaca doa dan pujian terhadap Allah SWT, juga dapat menggugurkan dosa-dosa seorang mukmin. Sebagaimana Abdullah bin Umar Radhiyallahu Anhuma berkata kepada Rasulullah Shallallahu "Alahi Wasallam:
"Sesungguhnya, tatkala seorang hamba berdiri shalat, didatangkanlah seluruh dosanya, kemudian diletakkan di atas kepala dan kedua bahunya, maka ketika ia (dalam posisi) rukukdan sujud, dosa-dosa tersebut berguguran." (HR. Ibnu Hibban nomor 1734)
Selain dalam hadits, Allah SWT banyak menggunakan kata rukuk dalam al-Qur'an, di antara ayat yang menerangkan, yaitu sebagai berikut:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Tatkala seorang muslim melakukan rukuk yang sempurna ditandai tulang belakang yang lurus. Diibaratkan, bila diletakkan segelas air di atas punggung, maka tak akan tumpah. Posisi kepala lurus dengan tulang belakang. Gerakan ini bermanfaat untuk menjaga kesempurnaan posisi serta fungsi tulang belakang (corpus vertebrae) sebagai penyangga tubuh dan pusat saraf.
Dalam keadaan tersebut, posisi jantung sejajar dengan otak, maka aliran darah maksimal pada tubuh bagian tengah, dan tangan yang bertumpu di lutut berfungsi untuk merelaksasikan otot-otot bahu hingga ke bawah. Dalam suatu penelitian, rukuk diyakini dapat mencegah gangguan prostat dan menjadi sarana latihan bagi kantong kemih.
Faidah rukuk untuk kesehatan ini ternyata sejalan dengan hadits Rasulullah yang menganjurkan para sahabat untuk memperlama gerakan rukuk serta banyak membaca doa dan pujian terhadap Allah SWT, juga dapat menggugurkan dosa-dosa seorang mukmin. Sebagaimana Abdullah bin Umar Radhiyallahu Anhuma berkata kepada Rasulullah Shallallahu "Alahi Wasallam:
"Sesungguhnya, tatkala seorang hamba berdiri shalat, didatangkanlah seluruh dosanya, kemudian diletakkan di atas kepala dan kedua bahunya, maka ketika ia (dalam posisi) rukukdan sujud, dosa-dosa tersebut berguguran." (HR. Ibnu Hibban nomor 1734)
Selain dalam hadits, Allah SWT banyak menggunakan kata rukuk dalam al-Qur'an, di antara ayat yang menerangkan, yaitu sebagai berikut:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ