home masjid

Direktur PTIQ: Puasa Bukan Sekadar Seremoni, tapi Momentum Perbaikan Akhlak

Senin, 04 April 2022 - 17:05 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
Awal Ramadhan masyarakat muslim bersemangat dalam melaksanakan ibadah, misalnya tarawih dan sebagainya. Masjid-masjid penuh oleh orang tua, remaja, dan anak-anak yang menyemarakan Ramadahan.

Direktur Ma'had Al-Qur'an PTIQ Jakarta, Ustaz Dahuri mengingatkan bahwa inti puasa bukanlah sekadar seremonial ibadah. Tetapi lebih dari itu, puasa harus menjadikan akhlak seorang muslim menjadi lebih baik. "Puasa baik, tapi jika itu hanya bersifat seremoni jadinya hampa, esensinya tidak ada," ujar Ustaz Dahuri kepada Langit7, Senin (4/4/2022).

"Kata Allah siapa yang tidak bisa meninggalkan ucapan-ucapan kotor dan perbuatan tidak baik sementara ia berpuasa, maka Aku (kata Allah) tidak butuh terhadap menahan dari lapar dan hausnya," lanjutnya.

Baca Juga:Suka Duka Berpuasa di Taiwan, Suasana Ramadhan Harus Diciptakan

Ustaz Dahuri menyampaikan satu bulan waktu puasa Ramadhan jadi sia-sia bila umat muslim tidak mengurangi sedikitpun kebiasannya berbohong atau benci, dan marah terhadap sesamanya. "Puasa akan sia-sia bila tidak berkurang sedikipun menebar aib orang lain" ujarnya.

"Ini yang belum bisa disampaikan para mubaligh dengan baik, mereka hanya mengajak rajin tarawih atau rajin berinfak, tapi jarang mengajak untuk mengurangi kebohongan atau mengurangi kebencian dan membicarakan aib orang lain," kata Ustaz Dahuri.

Sebagaimana dalam hadits Imam Bukhari: "Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dusta mengamalkannya dan bersikap bodoh, maka Allah tidak butuh terhadap sikapnya meninggalkan makan dan minumnya (puasanya)," (HR Bukhari).
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
beribadah bulan ramadhan puasa ramadhan
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya