Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home community detail berita
Ramadhan di Seluruh Dunia

Suka Duka Berpuasa di Taiwan, Suasana Ramadhan Harus Diciptakan

Muhajirin Senin, 04 April 2022 - 12:32 WIB
Suka Duka Berpuasa di Taiwan, Suasana Ramadhan Harus Diciptakan
Kegiatan Buka Puasa Bersama Mahasiswa Indonesia di Musholla Shengli NCKU Campus Tainan (Dok Pribadi)
LANGIT7.ID, Jakarta - Muslim di Taiwan minoritas. Di negara yang mempunyai slogan ‘The One in Asia You Can’t Miss” itu, minoritas muslim selalu merindukan nuansa keislaman saat Ramadhan. Terutama bagi muslim pendatang yang kebanyakan tinggal di selatan Taiwan.

Seperti yang dirasakan Tatas, mahasiswa S3 National Cheng Kung University (NCKU), Tainan. Dia tinggal di daerah Tainan, daerah selatan Taiwan. Di daerah itu, banyak umat Islam tinggal. Ada sekitar 20 ribu jiwa yang merupakan mahasiswa dan pekerja migran.

Hampir sama dengan Ramadhan di negara-negara minoritas muslim lain, suasana berpuasa di Tainan harus diciptakan. Di kota ini, ada satu masjid yang selalu jadi pusat pertemuan umat Islam, terkhusus umat Islam dari Indonesia, yakni Masjid Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Baca juga: Menengok Taiwan, Negara di Asia Timur yang Ramah Muslim

Umat Islam di Tainan sedikit beruntung. Suasana ramadhan lumayan ramai, karena jumlah umat Islam memang banyak. Namun, mereka umumnya adalah pendatang. Tatas sangat jarang bahkan tidak pernah menemukan ada penduduk lokal yang beragama Islam.

“Kalau hanya sekadar berdiam di tempat, di rumah atau di kampus, kita tidak akan mendapatkan suasana ramdadhan seperti di Indonesia. Tetapi kalau di Tainan ini, kita tidak akan menemukan suarana Ramadhan kalau kita tidak mendatangi,” kata Tatas kepada LANGIT7.ID, Senin (4/4/2022).

Umat Islam sering mengadakan perkumpulan khusus. Para pekerja migran biasanya berkumpul di Masjid PMI. Sementara, mahasiswa kerap melaksanakan acara-acara Ramadhan seperti buka puasa hingga Tarawih berjamaah di kampus. Acara semacam ini juga bisa ditemui di Masjid PMI.

Namun, suasana Ramadhan hanya ada di titik-titik tertentu. Tidak seperti di Indonesia, euforia Ramadhan ada di mana-mana. Sadar dengan kondisi itu, muslim di Tainan selalu menciptakan suasana Islami untuk menghidupkan Ramadhan.

Tatas menyebut, umat Islam sering mengadakan tadarus berjamaah setelah shalat Isya dan Subuh. Itu hanya bisa dilakukan di Masjid PMI. Bahkan, ada i’tikaf yang dikelola oleh mahasiswa di masjid tersebut.

Acara i’tikaf terpusat di masjid migran karena masjid kampus tidak bisa diakses 24 jam. Ada semacam jam malam, sehingga tidak bisa didatangi. Maka itu, para mahasiswa melaksanakan i’tikaf di masjid migran tersebut.

“Suasananya, ya kita harus mencari sendiri, kita harus mendatangi, karena penduduknya aslinya (Tainan), bahkan tidak ada yang memeluk Islam. Kita harus menciptakan suasana itu sendiri, bukan suasana yang mendatangi kita,” kata Tatas.

Ramadhan memang menjadi tantangan tersebut. Tatas menyebut penduduk Tainan dan Taiwan pada umumnya mayoritas menganut agama samawi. Penduduk lokal yang beragama Islam sangat jarang ditemukan.

Namun, soal toleransi, masyarakat Tainan bisa dikatakan tidak mempermasalahkan umat Islam yang berpuasa. Tatas menjelaskan, Taiwan merupakan negara maju, di mana privasi sangat dijunjung tinggi.

“Sehingga kalau di sini kita tidak bisa mengumandangkan adzan seperti di Indonesia, kita hanya adzan tanpa pengeras suara. Jadi intinya, selama kita mentaati aturan, maka tidak ada masalah,” kata Tatas.

Hal itu pula yang membuat makanan halal dan pruduk halal mudah ditemui di negara ini, terutama produk dan kuliner Indonesia. Sebab, Taiwan menjadi salah satu negara tujuan pekerja migran Indonesia dan mahasiswa.

Baca juga: Pasca Pandemi, Taiwan Minta Dunia Bersiap Hadapi Kejahatan Siber

“Sehingga untuk mendapatkan makanan halal mudah, baik itu siap saji, ataupun produk halal untuk keperluan sehari-hari,” ucap Tatas.

Tatas menyebutkan, umat Islam di Tainan memiliki kebiasaan berkumpul-kumpul di salah satu taman di dekat Masjid PMI. Di tempat itu, ada banyak warung Indonesia. Setiap kali libur, pekerja migran dan mahasiswa berkumpul-kumpul sambil berbagi cerita.

“Jadi ada semacam area yang bisa mempertemukan, kalau mahasiswa ingin jalan-jalan, atau memanfaatkan masjid juga bisa di situ. Jadi tidak ada kesusahan mengakses rumah ibadah ataupun makanan halal,” jelas Tatas.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)