LANGIT7.ID - Muslim di Taiwan memang minoritas, tapi di sana tidak ada diskriminasi atas nama agama. Semua umat beragama menjunjung tinggi toleransi.
Di tempat publik, pria bebas mengenakan kopiah dan wanita berhijab tak ada yang melarang.
Bagi warga muslim seperti Ali Chang, Taiwan adalah tempat yang aman untuk ekspresi keagamaan. "Ini adalah tempat yang indah bagi umat Islam yang mendapatkan kesetaraan, kebebasan dan keterbukaan masyarakat," kata Chang, dikutip taiwantoday, Sabtu (8/1/2022).
Menurut Asosiasi Muslim Cina yang berbasis di Kota Taipei, Taiwan adalah rumah bagi sekitar 50 ribu-60 ribu umat muslim, atau kurang dari 0,3 persen dari 23 juta penduduk. Ada 7 masjid raya di negara ini, salah satunya Masjid Raya Taipei (Taipei Grand Mosque) di Distrik Daan.
Masjid Raya Taipei adalah masjid tertua di Taiwan, dirintis sejak 1947 dan baru digunakan secara rutin pada 1948. Pada 1960, masid ini diperbesar dan mampu menampung 1000 jamaah dan kini sudah menjadi bangunan bersejarah pada 1999.
Taiwan juga ramah terhadap wisatawan muslim, lokal maupun mancanegara. Pemerintah Taiwan menyediakan makanan halal hingga mushola di fasilitas umum dan tempat-tempat wisata. Idul Fitri dan perayaan umat Islam juga selalu meriah setiap tahun.
Upaya untuk menarik wisatawan muslim dari mancanegara sangat berhasil di negara ini. Taiwan dinobatkan sebagai tujuan paling ramah muslim ketiga di antara negara non-Organisasi Kerjasama Islam (OKI), menurut Indeks Perjalanan Muslim Global 2019, sebuah lembaga yang berbasis di AS.
Menurut profesor National Chengchi University, Tsai Yuan-lin, reputasi Taiwan dalam hal kebebasan beragama juga telah meningkatkan pluralisme budaya negara itu. Ini ditunjukkan oleh Rumah Sakit Hualien Tzu Chi di Taiwan timur -didirikan oleh lembaga amal Buddhis terbesar di negara itu, Yayasan Tzu Chi— baru-baru ini menugaskan CMA untuk mendirikan mushola bagi pengasuh Muslim.
Harmonisasi beragama merata di seluruh negeri. Tidak ada konflik antaragama. Setiap masyarakat saling menghormati satu sama lain.
“Konflik di antara agama yang berbeda tidak menjadi masalah terlepas dari keragaman yang tumbuh di negara ini. Kami adalah contoh utama dari hidup berdampingan secara damai dan toleransi beragama," kata Tsai.
(jqf)