Ramadhan di Seluruh Dunia
Tantangan Puasa di Kota Es China, Mesti Perkuat Iman Saat Musim Panas
Muhajirin
Selasa, 05 April 2022 - 13:09 WIB
Ilham Azmy di Harbin (foto: dok. pribadi)
Harbin merupakan daerah berjuluk Kota Es di China yang terkenal dengan festival esnya. Harbin adalah ibu kota Heilongjiang, provinsi di ujung timur laut daratan China yang berbatasan dengan Rusia. Kota ini berada di bagian utara China.
China memiliki empat musim dalam satu tahun, kondisi yang menjadikan Ramadhan selalu punya tantangan tersendiri. Saat musim panas, umat Islam harus mempertebal iman. Bukan hanya menjaga perut dari rasa lapar dan haus, tapi juga menjaga mata dari pandangan-pandangan yang menggoda iman.
Ilham Azmy, alumnus Harbin Engineering University, China menceritakan pengalamannya saat menjalani ibadah puasa saat musim panas. Tantangan fisik muncul ketika ia harus menghadapi suhu 33-34 derajat setiap hari.
Lumrah terjadi, jika muslim panas, matahari bersinar lebih lama. Ilham menyebut umat Islam di Harbin bisa menahan lapar dan haus selama 18 jam saat musim panas. Mereka sahur pukul 02.00 dini hari dan buka puasa saat 19.30.
“Jadi kalau ditotal hampir sekitar 17-18 jam, karena memang Harbin itu ada di China utara,” kata Ilham kepada LANGIT7.ID, Selasa (5/4/2022).
Baca juga: Ramadhan di Norwegia: Durasi Puasa Lebih Lama dan Tantangan dalam Mendidik Anak
Tantangan lain ada pada keimanan. Musim panas membuat mayoritas masyarakat mengenakan pakaian tipis, tak terkecuali perempuan. Kondisi itu membuat lelaki muslim harus bekerja kuat menundukkan pandangan setiap hari.
China memiliki empat musim dalam satu tahun, kondisi yang menjadikan Ramadhan selalu punya tantangan tersendiri. Saat musim panas, umat Islam harus mempertebal iman. Bukan hanya menjaga perut dari rasa lapar dan haus, tapi juga menjaga mata dari pandangan-pandangan yang menggoda iman.
Ilham Azmy, alumnus Harbin Engineering University, China menceritakan pengalamannya saat menjalani ibadah puasa saat musim panas. Tantangan fisik muncul ketika ia harus menghadapi suhu 33-34 derajat setiap hari.
Lumrah terjadi, jika muslim panas, matahari bersinar lebih lama. Ilham menyebut umat Islam di Harbin bisa menahan lapar dan haus selama 18 jam saat musim panas. Mereka sahur pukul 02.00 dini hari dan buka puasa saat 19.30.
“Jadi kalau ditotal hampir sekitar 17-18 jam, karena memang Harbin itu ada di China utara,” kata Ilham kepada LANGIT7.ID, Selasa (5/4/2022).
Baca juga: Ramadhan di Norwegia: Durasi Puasa Lebih Lama dan Tantangan dalam Mendidik Anak
Tantangan lain ada pada keimanan. Musim panas membuat mayoritas masyarakat mengenakan pakaian tipis, tak terkecuali perempuan. Kondisi itu membuat lelaki muslim harus bekerja kuat menundukkan pandangan setiap hari.