Kisah Sukses Petani Hidroponik yang Tembus Pasar Modern
Rio adi pratama
Jum'at, 30 Juli 2021 - 01:00 WIB
Petani hidroponik, Adi Al Qodry memperlihatkan hasil panen sayuran hidroponik di Green Corner Hidroponik. Foto: Dokumen Pribadi
Bercocok tanam dengan teknik hidroponik kini tidak asing lagi. Hidroponik sendiri dikenal dengan kemudahan dalam menanam sayuran tanpa media tanah.
Metode tersebut tentunya menjadi pilihan yang tepat bagi Sobat Langit7 yang ingin menanam sayuran, namun tinggal di perkotaan dengan lahan sempit.
Berbicara soal hidroponik, warga Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Perda Sari Dewi telah melakoninya sejak awal 2013 lalu. Perda sendiri adalah pemilik Green Corner Hidroponik di kota pempek itu.
Berawal dari mengisi waktu luang karena gagal liburan ke Yogyakarta, hasil panen hidroponik miliknya kini telah menembus pasar modern yang berada pada mal-mal di kota yang terkenal dengan ikon Jembatan Amperanya. Mulai dari Carrefour, Diamond, Farmers Market, Hypermart dan lainnya.
“Awal mulanya terjun ke dunia bertani hidroponik ini mau liburan akhir tahun 2012. Tapi, saya dan suami saya (Adi Al Qodry) gagal liburan karena tidak dapat tiket pesawat,” ujar Perda saat dijumpai di green house-nya yang terletak pada perkarangan rumahnnya di Jalan Meriam Karya, Lorong Karya 4, No. 457, Sekip Ujung, Kota Palembang, Kamis (29/7).
Kegagalan untuk liburan tentu membuat mereka kecewa karena momen itu sudah dinantinya. Kendati begitu, untuk mengisi waktu luang di rumah akhirnya dirinya memutuskan untuk bermain media sosial atau medsos saja.
“Dari sanalah akhirnya saya menemukan informasi tersebut (berkebun sayuran hidroponik di halaman rumah). Apalagi, saat itu (2012 akhir) di Palembang juga hidroponik ini masih banyak yang belum tahu,” ucapnya.
Metode tersebut tentunya menjadi pilihan yang tepat bagi Sobat Langit7 yang ingin menanam sayuran, namun tinggal di perkotaan dengan lahan sempit.
Berbicara soal hidroponik, warga Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Perda Sari Dewi telah melakoninya sejak awal 2013 lalu. Perda sendiri adalah pemilik Green Corner Hidroponik di kota pempek itu.
Berawal dari mengisi waktu luang karena gagal liburan ke Yogyakarta, hasil panen hidroponik miliknya kini telah menembus pasar modern yang berada pada mal-mal di kota yang terkenal dengan ikon Jembatan Amperanya. Mulai dari Carrefour, Diamond, Farmers Market, Hypermart dan lainnya.
“Awal mulanya terjun ke dunia bertani hidroponik ini mau liburan akhir tahun 2012. Tapi, saya dan suami saya (Adi Al Qodry) gagal liburan karena tidak dapat tiket pesawat,” ujar Perda saat dijumpai di green house-nya yang terletak pada perkarangan rumahnnya di Jalan Meriam Karya, Lorong Karya 4, No. 457, Sekip Ujung, Kota Palembang, Kamis (29/7).
Kegagalan untuk liburan tentu membuat mereka kecewa karena momen itu sudah dinantinya. Kendati begitu, untuk mengisi waktu luang di rumah akhirnya dirinya memutuskan untuk bermain media sosial atau medsos saja.
“Dari sanalah akhirnya saya menemukan informasi tersebut (berkebun sayuran hidroponik di halaman rumah). Apalagi, saat itu (2012 akhir) di Palembang juga hidroponik ini masih banyak yang belum tahu,” ucapnya.