Direktur IDE: Berada di Negeri Asing Makin Meningkatkan Iman
Fifiyanti Abdurahman
Senin, 11 April 2022 - 18:53 WIB
Ilustrasi. Foto: LANGIT7/iStock
Menempuh pendidikan di negara barat membuat Direktur Institute of Democracy and Education (IDE), Gugun Gumilar mempelajari banyak hal terkait sistem toleransi yang mereka terapkan.
Menurut Gugun sapaaan akrabnya, toleransi di negara barat sangatlah tinggi.
"Kehidupan minoritas di barat itu, pertama saling menghargai. Jadi nilai toleransi sangat tinggi di sini. Meskipun kita umat minoritas, tetap kita diakui oleh negara. Seperti difasilitasi masjid, beribadah tidak dibatasi dan lainnya," ujar Gugun saat dihubungi Langit7, Sabtu (9/4/2022).
Baca juga: Tantangan Puasa di Kota Es China, Mesti Perkuat Iman Saat Musim Panas
Tingginya toleransi di negara barat, menurut Gugun, karena adanya pemisahan antara agama dan negara.
"Jadi agama ya agama, dan negara ya negara. Intinya terpisah," tutur pria yang sedang menjalankan S3 di Dublin City University, jurusan Philosophy of Religion, Irlandia, United Kingdom ini.
Saking bebasnya, kata Gugun semua hal bisa dilakukan meskipun berbeda mazhab, terpenting tidak mengganggu orang lain. Sederhananya, negara tidak mengatur agama tapi bagaimana negara dan agama itu bisa saling toleransi, menghormati dan lainnya.
Menurut Gugun sapaaan akrabnya, toleransi di negara barat sangatlah tinggi.
"Kehidupan minoritas di barat itu, pertama saling menghargai. Jadi nilai toleransi sangat tinggi di sini. Meskipun kita umat minoritas, tetap kita diakui oleh negara. Seperti difasilitasi masjid, beribadah tidak dibatasi dan lainnya," ujar Gugun saat dihubungi Langit7, Sabtu (9/4/2022).
Baca juga: Tantangan Puasa di Kota Es China, Mesti Perkuat Iman Saat Musim Panas
Tingginya toleransi di negara barat, menurut Gugun, karena adanya pemisahan antara agama dan negara.
"Jadi agama ya agama, dan negara ya negara. Intinya terpisah," tutur pria yang sedang menjalankan S3 di Dublin City University, jurusan Philosophy of Religion, Irlandia, United Kingdom ini.
Saking bebasnya, kata Gugun semua hal bisa dilakukan meskipun berbeda mazhab, terpenting tidak mengganggu orang lain. Sederhananya, negara tidak mengatur agama tapi bagaimana negara dan agama itu bisa saling toleransi, menghormati dan lainnya.