Bolehkah Membaca Shalawat Demi Mengharap Kekayaan di Dunia?
Muhajirin
Kamis, 14 April 2022 - 00:57 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Shalawat merupakan amalan mulia dan menjadi bukti cinta seorang muslim kepada Nabi Muhammad SAW. Akan tetapi, tujuan awal shalawat sebagai bentuk cinta dan harapan mendapat syafaat Rasulullah tidak boleh bergeser.
Kerap di tengah masyarakat terdengar narasi ‘shalawatin’ untuk mencapai segala sesuatu yang bersifat duniawi. Misal seseorang memiliki keinginan mempunyai kendaraan pribadi, namun uang yang dimilikinya tak cukup. Pada saat itu, kata ‘shalawatin’ terucap dengan harapan bisa mendapatkan barang yang diinginkan itu.
Lalu, bagaimana hukum mengubah niat shalawat yang sejatinya ditujukan sebagai bentuk cinta kepada Rasulullah?
Baca juga: Golongan Merugi di Bulan Ramadhan, Hanya Dapat Lapar dan Haus
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah, Buya Yahya, menegaskan, umat Islam tidak boleh beribadah semata-mata meminta imbalan dunia. Logika itu terbalik. Sebab, Allah menjanjikan dunia untuk orang yang mengejar akhirat.
“Jangan menjadikan ibadah untuk mendapatkan imbalan dunia, akan tetapi beribadahlah kepada Allah, maka Allah akan beri dunia kepadamu,” kata Buya Yahya dalam akun YouTube-nya, Selasa (13/4/2022).
Kendati begitu, Buya Yahya menjelaskan, bukan berarti ada larangan untuk meminta dilancarkan segala urusan dunia. Berdoa untuk imbalan dunia diperbolehkan selama beribadah kepada Allah. Namun, hal ini berkaitan dengan keikhlasan, di mana tingkat keikhlasan dari orang yang melakukan itu dinilai rendah.
Kerap di tengah masyarakat terdengar narasi ‘shalawatin’ untuk mencapai segala sesuatu yang bersifat duniawi. Misal seseorang memiliki keinginan mempunyai kendaraan pribadi, namun uang yang dimilikinya tak cukup. Pada saat itu, kata ‘shalawatin’ terucap dengan harapan bisa mendapatkan barang yang diinginkan itu.
Lalu, bagaimana hukum mengubah niat shalawat yang sejatinya ditujukan sebagai bentuk cinta kepada Rasulullah?
Baca juga: Golongan Merugi di Bulan Ramadhan, Hanya Dapat Lapar dan Haus
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah, Buya Yahya, menegaskan, umat Islam tidak boleh beribadah semata-mata meminta imbalan dunia. Logika itu terbalik. Sebab, Allah menjanjikan dunia untuk orang yang mengejar akhirat.
“Jangan menjadikan ibadah untuk mendapatkan imbalan dunia, akan tetapi beribadahlah kepada Allah, maka Allah akan beri dunia kepadamu,” kata Buya Yahya dalam akun YouTube-nya, Selasa (13/4/2022).
Kendati begitu, Buya Yahya menjelaskan, bukan berarti ada larangan untuk meminta dilancarkan segala urusan dunia. Berdoa untuk imbalan dunia diperbolehkan selama beribadah kepada Allah. Namun, hal ini berkaitan dengan keikhlasan, di mana tingkat keikhlasan dari orang yang melakukan itu dinilai rendah.