Dipo Alam: Gerakan Mahasiswa Murni dan Jujur
Muhajirin
Kamis, 14 April 2022 - 17:45 WIB
Foto: istimewa
Mantan Sekretaris Kabinet Era Presiden SBY sekaligus Mantan Ketua Dewan Mahasiswa (Dema) Universitas Indonesia, Dipo Alam, menilai gerakan mahasiswa saat ini, seperti Aksi 11 April, merupakan gerakan yang murni dan jujur. Mereka menyuarakan aspirasi masyarakat demi perbaikan Indonesia.
“Gerakan mahasiswa saat ini yang mempunyai modal lebih genuine, jujur dan jernih, patut didoakan oleh semua warga masyarakat yang peduli terhadap perbaikan Indonesia ke depan, agar berlangsung dengan selamat dan tanpa disertai penangkapan-penangkapan seperti yang dialami oleh generasi 74, 77, dan 78,” kata Dipo Alam dalam Diskusi LP3ES bertajuk Gerakan Mahasiswa dan Masa Depan Demokrasi, Rabu (13/4/2022).
Baca juga: SETARA: Demo Mahasiswa Gambarkan Keengganan Pemerintah Pahami Persoalan
Namun, Dipo mengingatkan, mahasiswa juga patut waspada terhadap setiap gerakan yang dilakukan. Sejak zaman dulu, selalu ada pihak-pihak yang mendompleng dan mengambil keuntungan dari aksi tersebut.
Dia menyebut, mahasiswa generasi terdahulu selalu melakukan dialog dengan berbagai kelompok strategis. Itu agar tujuan aksi bisa tercapai. Dia mencontohkan gerakan 98, ketika mahasiswa melakukan pendekatan kepada Ali Sadikin untuk menjadi presiden menggantikan posisi Soeharto.
“Jika saat ini gerakan mahasiswa menentang wacana perpanjangan jabatan presiden dan penundaan pemilu 2024, patut diberikan support,” ucap Dipo.
Menurut dia, fungsi agent of change dan gerakan moral harus terus dikedepankan, terutama untuk mencegah semakin meningkatnya iklim ketakutan berpendapat di tengah masyarakat.
“Gerakan mahasiswa saat ini yang mempunyai modal lebih genuine, jujur dan jernih, patut didoakan oleh semua warga masyarakat yang peduli terhadap perbaikan Indonesia ke depan, agar berlangsung dengan selamat dan tanpa disertai penangkapan-penangkapan seperti yang dialami oleh generasi 74, 77, dan 78,” kata Dipo Alam dalam Diskusi LP3ES bertajuk Gerakan Mahasiswa dan Masa Depan Demokrasi, Rabu (13/4/2022).
Baca juga: SETARA: Demo Mahasiswa Gambarkan Keengganan Pemerintah Pahami Persoalan
Namun, Dipo mengingatkan, mahasiswa juga patut waspada terhadap setiap gerakan yang dilakukan. Sejak zaman dulu, selalu ada pihak-pihak yang mendompleng dan mengambil keuntungan dari aksi tersebut.
Dia menyebut, mahasiswa generasi terdahulu selalu melakukan dialog dengan berbagai kelompok strategis. Itu agar tujuan aksi bisa tercapai. Dia mencontohkan gerakan 98, ketika mahasiswa melakukan pendekatan kepada Ali Sadikin untuk menjadi presiden menggantikan posisi Soeharto.
“Jika saat ini gerakan mahasiswa menentang wacana perpanjangan jabatan presiden dan penundaan pemilu 2024, patut diberikan support,” ucap Dipo.
Menurut dia, fungsi agent of change dan gerakan moral harus terus dikedepankan, terutama untuk mencegah semakin meningkatnya iklim ketakutan berpendapat di tengah masyarakat.