Hal yang Perlu Dipersiapkan untuk I’tikaf 10 Terakhir Ramadhan
Muhajirin
Kamis, 21 April 2022 - 03:00 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
I’tikaf merupakan salah satu ibadah dan cara untuk bertaqarub (mendekatkan diri) kepada Allah Ta’ala. Anjuran i’tikaf termaktub dalam Al-Qur’an seperti dalam Surah Al-Baqarah ayat 125 dan ayat 187.
Anjuran beri’tikaf juga disebutkan dalam berbagai hadits. Hadits paling populer adalah hadits dari Aisyah RA, “Adalah Nabi SAW melakukan i’tikaf pada 10 hari terakhir Ramadhan sampai beliau diwafatkan oleh Allah Ta’ala, lalu hal tersebut dilanjutkan oleh istirnya setelah wafatnya.” (HR Bukhari-Muslim).
Dalil-daili tersebut menunjukkan i’tikaf merupakan satu ibadah yang sangat dianjurkan. Maka itu, perlu perisapan khusus menjelang 10 terakhir Ramadhan. Ustadz Adi Hidayat (UAH) menyebut 3 persiapan yang mesti dilakukan untuk i’tikaf:
1. Persiapan Fisik dan Mental
Persiapan fisik dan mental sangat penting, terlebih pada masa Pandemi corona saat ini. Kondisi fisik harus dalam kedaan prima. Fisik sehat harus diikuti mental sehat, agar bisa lebih khusyuk dalam menjalani ibadah kepada Allah.
“Rasulullah SAW sangat bersungguh-sungguh pada 10 hari terakhir Ramadhan melebihi kesungguhan beliau di waktu yang lainnya.” (HR Muslim 1175).
Baca juga: Tuntunan I'tikaf untuk Muslimah, Boleh Tak Harus 24 Jam
Anjuran beri’tikaf juga disebutkan dalam berbagai hadits. Hadits paling populer adalah hadits dari Aisyah RA, “Adalah Nabi SAW melakukan i’tikaf pada 10 hari terakhir Ramadhan sampai beliau diwafatkan oleh Allah Ta’ala, lalu hal tersebut dilanjutkan oleh istirnya setelah wafatnya.” (HR Bukhari-Muslim).
Dalil-daili tersebut menunjukkan i’tikaf merupakan satu ibadah yang sangat dianjurkan. Maka itu, perlu perisapan khusus menjelang 10 terakhir Ramadhan. Ustadz Adi Hidayat (UAH) menyebut 3 persiapan yang mesti dilakukan untuk i’tikaf:
1. Persiapan Fisik dan Mental
Persiapan fisik dan mental sangat penting, terlebih pada masa Pandemi corona saat ini. Kondisi fisik harus dalam kedaan prima. Fisik sehat harus diikuti mental sehat, agar bisa lebih khusyuk dalam menjalani ibadah kepada Allah.
“Rasulullah SAW sangat bersungguh-sungguh pada 10 hari terakhir Ramadhan melebihi kesungguhan beliau di waktu yang lainnya.” (HR Muslim 1175).
Baca juga: Tuntunan I'tikaf untuk Muslimah, Boleh Tak Harus 24 Jam