Iktikaf bukan sekadar ritual berdiam diri di masjid. Bagi Rasulullah, sepuluh malam terakhir adalah puncak dialektika ruhani yang puncaknya berlipat ganda menjadi dua puluh hari menjelang kewafatan beliau.
Melakukan itikaf pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadan merupakan sunnah yang dianjurkan, dengan maksud untuk memperoleh kebaikan dan mencari Lailatul qadar.
Pada malam Lailatul Qadar para malaikat menemui orang yang mempersiapkan diri menyambutnya berarti bahwa ia akan selalu disertai oleh malaikat sehingga jiwanya selalu terdorong untuk melakukan kebaikan-kebaikan.
Dzikir mempunyai kekuatan yang luar biasa dalam kehidupan manusia. Karenanya, Ustaz Muhammad Taufiq AB mengajak jamaah untuk memperbanyak dzikir, khususnya di akhir Ramadhan
Segera berakhirnya bulan suci hendaknya dijadikan momentum untuk menggiatkan ibadah. Pada hari ketujuh, jamaah iktikaf dapat mentadaburi ayat-ayat kisah dalam Al-Qur'an.
Semangat para sahabat dalam mencari malam Lailatul Qadar dikisahkan dalam sejumlah riwayat hadits. Salah satunya hadits riwayat Imam Bukhari, dari Abu Said Al-Khudri.
Ada sebuah paradoks yang terjadi di masyarakat Indonesia pada bulan ramadhan. Awal ramadhan masjid penuh sementara di akhir masjid semakin sepi dan pusat perbelanjaan semakin ramai.
Pemandangan Masjid Al-Aqsa sepuluh terakhir Ramadhan meriah dengan tenda-tenda itikaf. Puluhan tenda berdiri menebarkan warna-warna cerah di halaman masjid.
Rasulullah menganjurkan umatnya senantiasa membaca Al-Qur'an untuk menerangi hidupnya. Al-Qur'an akan menjadi syafaat atau penolong di hari kiamat untuk para pembacanya.
Selain memiliki raga, manusia juga memiliki jiwa yang disebut dengan nafs dalam Al-Quran. Kata nafs dalam Al-Qur'an juga terkadang berarti dorongan jiwa atau syahwat.
Dalam pandangan Islam, berjalannya waktu merupakan introspeksi atas kehidupan manusia.Tolok ukurnya adalah peningkatan ketakwaan manusia, bersyukur, berdoa, dan berharap kepada Allah untuk selamat dan berbahagia di dunia dan di akhirat.
I'tikaf menjadi sarana umat Islam menggapai kemuliaan Lailatul Qadar. Tujuan i'tikaf adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan memperbanyak ibadah di masjid dan meninggalkan kesibukan duniawi untuk sementara waktu.
10 hari pertama Ramadhan merupakan fase rahmat. 10 hari kedua Ramadhan adalah fase ampunan, dan 10 hari terakhir merupakan fase pembebasan dari api neraka.