LANGIT7.ID, Jakarta - Secara umum, Ramadhan berjumlah 30 hari. Ada 3 fase yang dilalui dan dibagi dalam 10 hari pertama, 10 hari kedua, dan 10 hari ketiga. Setiap fase itu mempunyai banyak keutamaan.
Dalam kuliah subuh di Universitas Darussalam Gontor, Ustadz Agus Yasin menjelaskan, 10 hari pertama Ramadhan merupakan fase rahmat. 10 hari kedua Ramadhan adalah fase ampunan, Sementara 10 hari terakhir merupakan fase pembebasan dari api neraka.
Dari Abu Hurairah, Ramadhan itu adalah bulan yang awalnya penuh dengan rahmat. Di pertengahannya penuh dengan ampunan. Dan, di ujungnya pembebasan dari api neraka.” (HR Ibnu Abi Dunya dan Ibnu ‘Asakir)
Ustadz Yasin menjelaskan, pembagian tiga fase itu bukan sekadar penamaan semata. Umat Islam harus bersungguh-sungguh memanfaatkan rahmat Ramadhan. Belum tentu tahun depan masih bertemu dengan Ramadhan.
Baca juga: 10 Cara Ini Menjadi Ikhtiar Mendapatkan Lailatul Qadar“Bukan sekadar penamaan Ramadhan, tapi bagaimana kita bisa mendapatkan rahmat dan ampunannya. Itu tergantung sejauh mana kita menjalani hari hari kita di bulan Ramadhan,” kata Ustadz Yasin di
Gontor TV, Jumat (22/4/2022).
10 Terakhir Ramadhan, Momen Mengencangkan Ikat PinggangUstadz Yasin secara khusus menyoroti 10 hari terakhir Ramadhan. Saat memasuki fase terakhir, Nabi Muhammad SAW semakin meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah.
“Dari Aisyah RA, Rasulullah SAW sangat bersungguh-sungguh (beribadah) pada 10 hari terakhir (Ramadhan), melebihi kesungguhan beribadah di selain (malam) tersebut.” (HR Muslim).
Hadits itu menceritakan sosok Nabi Muhammad SAW sebagai manusia paling giat dalam meraih ridha Allah Ta’ala. Beliau dengan bersungguh-sungguh memanfaatkan waktu-waktu penuh keutamaan dengan meningkatkan kualitas ketaatan, beribadah, bertaqarrub, beri’tikaf, dan mengajak anggota keluarga untuk beribadah.
“Rasulullah SAW biasa ketika memasuki 10 Ramadhan terakhir, beliau kencangkan ikat pinggang (bersungguh-sungguh dalam ibadah), menghidupkan malam-malam tersebut dengan ibadah, dan membangunkan istri-istrinya untuk beribadah.” (HR Bukhari-Muslim)
Baca juga: Panduan Iktikaf Berdasarkan Al-Qur'an dan As-Sunnah“Kalau Rasulullah saja melakukan hal tersebut, maka kita tentunya harus mencontoh beliau,” ucap Ustadz Yasin.
Ada satu keutamaan paling mencolok pada 10 malam terakhir Ramadhan, yakni lailatul qadar. Siapa saja yang beribadah pada malam itu, maka nilai ibadahnya lebih baik dari 1000 bulan.
Lailatul qadar terjadi pada malam-malam ganjil Ramadhan. Rasulullah SAW bersabda, “Carilah lailatul qadar pada 10 malam terakhir dari bulan Ramadhan, pada malam yang ke-9 tersisa, malam yang ke-7 tersisa, malam yang ke-5 tersisa.” (HR Bukhari).
(jqf)