LANGIT7.ID, Jakarta - Antusiasme para Sahabat Rasulullah Saw sangat besar dalam menggapai malam Lailatul Qadar. Mereka turut beriktikaf bersama Rasulullah sejak 10 malam pada pertengahan bulan Ramadhan.
Semangat para sahabat dalam mencari malam Lailatul Qadar dikisahkan dalam sejumlah riwayat hadits. Salah satunya hadits riwayat Imam Bukhari, dari Abu Sa’id Al-Khudri.
Abu Salamah dari Abu Sa'id Al Khudri menceritakan, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam iktikaf di bulan Ramadhan pada sepuluh malam pertengahan bulan. Kemudian ketika telah melewati malam ke dua puluh menjelang malam kedua puluh satu, beliau datang kembali ke tempat khusus iktikaf beliau.
Baca Juga: Malam ke-27 Ramadhan, Maksimalkan Ibadah demi Lailatul QadarBegitu pula mereka yang sebelumnya beriktikaf bersama beliau. Pada malam ketika beliau kembali beriktikaf di bulan tersebut, beliau menyampaikan khutbah di hadapan orang banyak dan memerintahkan mereka menurut apa yang Allah kehendaki.
Lalu beliau bersabda: "Aku sudah melaksanakan iktikaf pada sepuluh malam sebelumnya dari bulan ini kemudian dinampakkan kepadaku agar beriktikaf pada sepuluh hari terakhir, maka siapa yang telah beriktikaf bersamaku tetaplah pada tempatnya beriktikaf.
Baca Juga: Dari Tanah Suci, UBN Ajak Umat Hidupkan Malam ke-27 Ramadhan"Sungguh telah diperlihatkan kepadaku tentang malam Lailatul Qadar namun aku dilupakan waktunya yang pasti, maka carilah pada sepuluh malam-malam akhir dan carilah pada malam yang ganjil. Sungguh aku melihat diriku (dalam mimpi) sujud diatas air dan tanah (yang becek).
Kemudian langit tampak mendung pada malam itu lalu turunlah hujan hingga masjid bocor mengenai posisi tempat shalat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pada malam kedua puluh satu. Kemudian mataku memandang Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, aku melihat beliau setelah Shubuh dengan wajah Beliau yang penuh dengan tanah dan air".
Baca Juga: 11 Masjid Megah Rancangan Ridwan Kamil, No 5 di Wilayah Perang(zhd)