10 Terakhir Ramadhan, Menyingkat 1000 Bulan dalam Satu Malam
Muhajirin
Kamis, 21 April 2022 - 04:00 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Beribadah satu malam sama seperti seribu bulan, menjadi salah satu kelebihan bagi umat Nabi Muhammad SAW. Momen tersebut hanya bisa didapatkan pada 10 terakhir Ramadhan. Al-Qur’an menyebut malam itu sebagai lailatul qadr.
Keistimewaan 10 hari terakhir Ramadhan sangat besar. Rasulullah SAW bahkan memperbanyak ibadah pada malam-malam itu. Di dalam hadits riwayat Aisyah RA Dijelaskan:
“Ketika memasuki 10 akhir Ramadhan, nabi fokus beribadah, mengisi malamnya dengan ibadah, dan membangunkan keluarganya untuk ikut ibadah.” (HR Bukhari)
10 akhir Ramadhan juga berkaitan dengan lailatul qadar. Rasulullah SAW bersabda, “Carilah malam lailatul qadar di malam ganjil dari 10 terakhir bulan Ramadhan.” (HR Imam Bukhari)
Baca juga: Dari Tanah Suci, UBN Ajak Umat Bermunajat di 10 Hari Terakhir
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah, Buya Yahya, menjelaskan, lailatul qadar memiliki keutamaan serta keistimewaan yang sangat besar. Ibadah yang dikerjakan setara seribu bulan. Doa-doa yang dipanjatkan juga diijabah oleh Allah Ta’ala.
Malaikat jibril akan turun ke bumi untuk membawa rahmat dan segala ketentuan Allah Ta’ala dari malam itu, hingga setahun ke depan. Maka itu, banyak ulama menegaskan agar senantiasa berdoa di malam-malam itu, karena tidak ada yang tahu lailatul qadar jatuh pada malam ke berapa.
Keistimewaan 10 hari terakhir Ramadhan sangat besar. Rasulullah SAW bahkan memperbanyak ibadah pada malam-malam itu. Di dalam hadits riwayat Aisyah RA Dijelaskan:
“Ketika memasuki 10 akhir Ramadhan, nabi fokus beribadah, mengisi malamnya dengan ibadah, dan membangunkan keluarganya untuk ikut ibadah.” (HR Bukhari)
10 akhir Ramadhan juga berkaitan dengan lailatul qadar. Rasulullah SAW bersabda, “Carilah malam lailatul qadar di malam ganjil dari 10 terakhir bulan Ramadhan.” (HR Imam Bukhari)
Baca juga: Dari Tanah Suci, UBN Ajak Umat Bermunajat di 10 Hari Terakhir
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah, Buya Yahya, menjelaskan, lailatul qadar memiliki keutamaan serta keistimewaan yang sangat besar. Ibadah yang dikerjakan setara seribu bulan. Doa-doa yang dipanjatkan juga diijabah oleh Allah Ta’ala.
Malaikat jibril akan turun ke bumi untuk membawa rahmat dan segala ketentuan Allah Ta’ala dari malam itu, hingga setahun ke depan. Maka itu, banyak ulama menegaskan agar senantiasa berdoa di malam-malam itu, karena tidak ada yang tahu lailatul qadar jatuh pada malam ke berapa.