LANGIT7.ID, Jakarta - Beribadah satu malam sama seperti seribu bulan, menjadi salah satu kelebihan bagi umat Nabi Muhammad SAW. Momen tersebut hanya bisa didapatkan pada 10 terakhir Ramadhan. Al-Qur’an menyebut malam itu sebagai
lailatul qadr.
Keistimewaan 10 hari terakhir Ramadhan sangat besar. Rasulullah SAW bahkan memperbanyak ibadah pada malam-malam itu. Di dalam hadits riwayat Aisyah RA Dijelaskan:
“Ketika memasuki 10 akhir Ramadhan, nabi fokus beribadah, mengisi malamnya dengan ibadah, dan membangunkan keluarganya untuk ikut ibadah.” (HR Bukhari)
10 akhir Ramadhan juga berkaitan dengan lailatul qadar. Rasulullah SAW bersabda, “Carilah malam lailatul qadar di malam ganjil dari 10 terakhir bulan Ramadhan.” (HR Imam Bukhari)
Baca juga: Dari Tanah Suci, UBN Ajak Umat Bermunajat di 10 Hari TerakhirPengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah, Buya Yahya, menjelaskan, lailatul qadar memiliki keutamaan serta keistimewaan yang sangat besar. Ibadah yang dikerjakan setara seribu bulan. Doa-doa yang dipanjatkan juga diijabah oleh Allah Ta’ala.
Malaikat jibril akan turun ke bumi untuk membawa rahmat dan segala ketentuan Allah Ta’ala dari malam itu, hingga setahun ke depan. Maka itu, banyak ulama menegaskan agar senantiasa berdoa di malam-malam itu, karena tidak ada yang tahu lailatul qadar jatuh pada malam ke berapa.
“Malam lailatul qadar itu disembunyikan oleh Allah untuk kebaikan, maka karena disembunyikan mari kita hadang setiap malam,” kata Buya Yahya di
Al-Bahjah TV, dikutip Rabu (20/4/2022).
Buya Yahya lalu menyampaikan beberapa amalan yang bisa dilakukan pada 10 hari terakhir Ramadhan.
1. Memperbanyak ibadah kepada Allah Ta’ala. Bisa dalam bentuk shalat, ibadah terkait Al-Qur’an seperti qiraah, tilawah, dan menghafal. Bisa pula memperbanyak shalat qiyamul lail seperti tarawih dan tahajud.
2. Mengajak keluarga untuk menghidupkan 10 hari terakhir Ramadhan. Cara ini merupakan sunnah dari Rasulullah yang membangunkan keluarganya untuk beribadah kepada Allah.
Sebisa mungkin pada malam ini, Anda mengajak seluruh keluarga untuk fokus beribadah dan meninggalkan hal sia-sia seperti menonton TV, main gawai, dan bersenda gurau.
3. I’tikaf di masjid. Jika tidak mampu berdiam diri di masjid selama 10 hari penuh, maka bisa pada saat malam saja. Anda bisa berniat tiap sore hari untuk i’tikaf dari Maghrib sampai pagi.
Baca juga: Selama Ramadhan, 100 Gerbang Masjidil Haram Dibuka4. Memperbanyak doa. Buya Yahya mengajarkan satu doa yagn sangat bagus dipanjatkan pada lama 10 terakhir Ramadhan:
أشهد أن لا إله إلا الله وأستغفر الله، اللهم إني أسألك الجنة وأعوذ بك من النار
“Saya bersaksi bahwa tiada tuhan melainkan Allah, saya memohon ampunan kepada Allah, saya memohon kepada-Mu surga dan berlindung kepada-Mu dari neraka.”
Doa itu sudah meliputi istighfar, membaca syahadat, dan meminta surga dan dijauhkan dari neraka.
5. Memperbanyak dzikir. Dzikir terbaik adalah membaca Al-Qur’an. Namun bisa juga ditambah dengan lafal dzikir yang diajarkan oleh Rasulullah. Seperti tertuang dalam hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah, Rasulullah bersabda:
كَلِمَتَانِ خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ ، ثَقِيلَتَانِ فِى الْمِيزَانِ ، حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ ، سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ
“Dua kalimat yang ringan di lisan, namun berat di timbangan, dan disukai Ar-Rahman yaitu ‘subhanallah wa bi hamdih, subahanallahi ‘azhim’ (HR Bukhari dan Muslim).
(jqf)