LANGIT7.ID - , Jakarta - Selama sepuluh hari pertama Ramadhan, rombongan jemaah dan peziarah dari lokal dan luar negeri melakukan umrah dalam suasana spiritual yang menentramkan dan tenang.
Kepresidenan Umum untuk Urusan Dua Masjid Suci, yang diwakili oleh Tafwij dan Manajemen Jamaah, menyiapkan 330 petugas yang mengatur masuknya jemaah melalui gerbang khusus untuk mengamankan arus.
Baca juga: Lantai Masjidil Haram Tetap Dingin Meski Cuaca Panas, Ini PenjelasannyaSeperti dilansir dari Arab News, Selasa (19/4/2022), Wakil Sekjen Tafweej and Crowds Management, Osama bin Mansour Al-Hujaili, mengatakan lembaganya telah mengalokasikan 48 gerbang untuk masuknya jemaah.
Termasuk 17 pintu pada ekspansi ketiga Saudi, 23 pada ekspansi Raja Fahd, tujuh di Al-Masaa daerah dan pintu gerbang Jembatan Ajyad.
Ia juga mengalokasikan 38 gerbang untuk masuknya jemaah ke masjid, termasuk 13 gerbang di perluasan Raja Fahd, enam gerbang di kawasan Raja Abdul Aziz, dan 19 gerbang di Al-Masaa dan Ajyad, di samping empat gerbang untuk layanan darurat dan sepuluh untuk layanan.
Al-Hujaili mengatakan bahwa 35 tempat sholat untuk pria dan 30 untuk wanita disiapkan pada ekspansi Saudi kedua. Serta beberapa rute untuk membimbing pengunjung masjid agar memastikan pergerakan massa yang lancar.
Dia mengatakan bahwa upaya yang dilakukan untuk pengunjung dan jemaah umrah sebagai bagian dari program Ramadhan dengan menawarkan layanan terbaik sesuai aspirasi kepemimpinan Saudi.
Baca juga: Masjidil Haram Buka 80 Ruang Shalat Baru Selama RamadhanProgram “Tafweej” diluncurkan, didedikasikan untuk mengatur kerumunan melalui sistem elektronik. Tujuannya untuk mempersiapkan dan memantau rencana pengiriman pengelompokan, selain meningkatkan daya serap, membangun kamp yang dilengkapi dengan layanan, dan inisiatif “sistem elektronik untuk tempat-tempat suci” .
(est)