LANGIT7.ID, Jakarta - Bukan rahasia lagi jika cuaca di Arab Saudi sangat panas. Tetapi, orang yang pernah haji atau umrah pasti tahu kalau lantai di Masjid Haram sejuk. Alih-alih panas, lantai Masjid Haram justru memantulkan dingin saat diinjak.
Ternyata, rahasia lantai tetap dingin ada pada bahan lantai yang digunakan. Lantai Masjidil Haram terbuat dari marmer khusus yang didatangkan dari daerah sebelah utara Yunani, yakni Thassos.
Sejak berabad-abad, marmer putih dari Pulau Thassos digunakan orang-orang Romawi. Dari situ rahasia kesejukan lantai Masjidil Haram. Marmer itu disebut marmer Thassos.
Baca juga: Mudahkan Jemaah, Arab Saudi Sediakan Robot PanduanBatuan marmer Thassos terkenal sebagai marmer yang mampu memberikan kesejukan dan meredam hawa panas yang memantul ke lantai. Bentuknya semakin Istimewa dengan warna putih kristal yang merupakan warna khas batuan alam.
“Lantai Masjidil Haram tetap dingin meski cuaca panas karena bahan lantai memakai marmer khusus, yaitu marmer thassos,” jelas akun
YouTube Faisal Rafi, dikutip Senin (18/4/2022).
Batuan marmer Thassos itu diimpor masih dalam bentuk bongkahan batu. Setelah itu, baru diolah dan dibentuk secara khusus di Arab Saudi. Pembentukan marmer Thassos memakai teknologi canggih di bawah pengawasan para ahli, sehingga menghasilkan marmer dengan kualitas tinggi.
Batu-batu itu dipotong dengan bentuk persegi panjang dengan masing-masing ketebalan 5 cm. Tingkat ketebalan marmer itu juga turut mempengaruhi kesejukan lantai Masjid Haram.
Baca juga: Arab Saudi Gelar 50 Ribu Karpet Baru di Masjidil Haram dan Masjid NabawiPemasangan marmer Thassos juga dikerjakan oleh tenaga profesional yang berpengalaman. Marmer dipasang secara presisi di setiap sudut. Itu untuk Menjamin kenyamanan jamaah saat melintas.
Tak hanya mempertahankan suhu sejuk pada cuaca siang hari, marmer Thassos juga dapat menyerap kelembaban pada malam hari. Jamaah di Masjid Haram bisa merasakan kenyamanan saat sedang beribadah.
“Keunggulan marmer ini, marmer ini bisa memantulkan panas matahari dan bisa menyerap kelembaban pada malam hari, dan melepas kelembabannya ketika siang hari. Hal itu bisa membuat lantai bisa lebih sejuk,” kata Faisal.
(jqf)