Anak Krakatau Naik Level, Indonesia Care Siagakan Relawan Pesisir
Muhajirin
Selasa, 26 April 2022 - 13:49 WIB
Trauma Healing oleh relawan Indonesia Care (Dok Indonesia Care)
Masyarakat Panimbang, Pandeglang mulai merasakan adanya peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau yang terus menampakkan aktivitas seismik dan vulkaniknya sejak beberapa hari terakhir. Suara gemuruh dan hujan abu mulai dirasakan kawasan pesisir.
"Kita kadang sulit tidur. Lebih waspada. Suara gemuruh dan dentuman saat malam dan cuaca hujan sering terdengar dari puncak gunung anak Krakatau. Tapi masyarakat sepertinya sudah menganggap biasa," ujar Relawan Indonesia Care yang juga warga pesisir Panimbang, Siti Nurkhafsoh, Selasa (26/4).
Getaran seismik, lanjut Siti juga kadang terasa dan semakin rutin dirasakan masyarakat. " Pasir abu vulkanik juga sudah mulai turun tipis-tipis bila arah angin mengarah ke sini," imbuhnya.
Selain Siti, Imron warga Pandeglang lainnya juga mengaku adanya kekhawatiran atas peningkatan aktivitas vulkanik anak krakatau.
"Beberapa kali gempa kami rasakan disini. Kami khawatir gempa-gempa yang sering terjadi dan bersumber dari patahan Sesar di selatan pulau Jawa itu dapat membangunkan anak Krakatau dan kembali menimbulkan letusan hebat seperti tahun 1883 lalu," ujar Relawan dari Brigade Relawan Nusantara (BRN) yang juga Ketua RT di kampung Jalupang, Desa Citeureup, kabupaten Pandeglang tersebut.
Baca Juga: Indonesia Care Bikin Sofa dari Sampah untuk Pengungsi Semeru
"Kita kadang sulit tidur. Lebih waspada. Suara gemuruh dan dentuman saat malam dan cuaca hujan sering terdengar dari puncak gunung anak Krakatau. Tapi masyarakat sepertinya sudah menganggap biasa," ujar Relawan Indonesia Care yang juga warga pesisir Panimbang, Siti Nurkhafsoh, Selasa (26/4).
Getaran seismik, lanjut Siti juga kadang terasa dan semakin rutin dirasakan masyarakat. " Pasir abu vulkanik juga sudah mulai turun tipis-tipis bila arah angin mengarah ke sini," imbuhnya.
Selain Siti, Imron warga Pandeglang lainnya juga mengaku adanya kekhawatiran atas peningkatan aktivitas vulkanik anak krakatau.
"Beberapa kali gempa kami rasakan disini. Kami khawatir gempa-gempa yang sering terjadi dan bersumber dari patahan Sesar di selatan pulau Jawa itu dapat membangunkan anak Krakatau dan kembali menimbulkan letusan hebat seperti tahun 1883 lalu," ujar Relawan dari Brigade Relawan Nusantara (BRN) yang juga Ketua RT di kampung Jalupang, Desa Citeureup, kabupaten Pandeglang tersebut.
Baca Juga: Indonesia Care Bikin Sofa dari Sampah untuk Pengungsi Semeru