Antropolog UGM: Istilah Mudik Berasal dari Bahasa Melayu
Fifiyanti Abdurahman
Kamis, 28 April 2022 - 09:03 WIB
TKI di India yang kembali ke rumah. Foto: Langit7/iStock
Tradisi mudik sangat lekat dengan masyarakat Indonesia menjelang Hari Raya Idul Fitri. Mudik menjadi istilah yang menggambarkan kegiatan seseorang pulang ke kampung halaman.
Mudik menjadi momen masyarakat rantau untuk merayakan Lebaran di tanah kelahirannya. Tapi, tahukah Sahabat bahwa istilah mudik berasal dari kata udik?
Baca juga: Sejarah dan Makna Mudik di Indonesia, Sudah Tahu Belum?
Antropolog Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof Heddy Shri Ahimsa-Putra mengatakan istilah tersebut diambil dari bahasa melayu udik yang berarti hulu atau ujung.
Sebab, pada masyarakat Melayu yang tinggal di hulu sungai pada masa lampau sering bepergian ke hilir sungai menggunakan perahu atau biduk. Setelah selesai urusannya, maka kembali pulang ke hulu pada sore harinya.
“Berasal dari bahasa Melayu, udik. Konteksnya pergi ke muara dan kemudian pulang kampung. Saat orang mulai merantau karena ada pertumbuhan di kota, kata mudik mulai dikenal dan dipertahankan hingga sekarang saat mereka kembali ke kampungnya,” kata Prof Heddy seperti dikutip dari website resmi UGM, Kamis (28/4/2022).
Prof Heddy menambahkan, istilah mudik mulai dikenal publik di era 70-an. Kala itu, di masa orde baru, melakukan pembangunan pusat pertumbuhan di kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung dan Medan.
Mudik menjadi momen masyarakat rantau untuk merayakan Lebaran di tanah kelahirannya. Tapi, tahukah Sahabat bahwa istilah mudik berasal dari kata udik?
Baca juga: Sejarah dan Makna Mudik di Indonesia, Sudah Tahu Belum?
Antropolog Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof Heddy Shri Ahimsa-Putra mengatakan istilah tersebut diambil dari bahasa melayu udik yang berarti hulu atau ujung.
Sebab, pada masyarakat Melayu yang tinggal di hulu sungai pada masa lampau sering bepergian ke hilir sungai menggunakan perahu atau biduk. Setelah selesai urusannya, maka kembali pulang ke hulu pada sore harinya.
“Berasal dari bahasa Melayu, udik. Konteksnya pergi ke muara dan kemudian pulang kampung. Saat orang mulai merantau karena ada pertumbuhan di kota, kata mudik mulai dikenal dan dipertahankan hingga sekarang saat mereka kembali ke kampungnya,” kata Prof Heddy seperti dikutip dari website resmi UGM, Kamis (28/4/2022).
Prof Heddy menambahkan, istilah mudik mulai dikenal publik di era 70-an. Kala itu, di masa orde baru, melakukan pembangunan pusat pertumbuhan di kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung dan Medan.