Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Antropolog UGM: Istilah Mudik Berasal dari Bahasa Melayu

Fifiyanti Abdurahman Kamis, 28 April 2022 - 09:03 WIB
Antropolog UGM: Istilah Mudik Berasal dari Bahasa Melayu
TKI di India yang kembali ke rumah. Foto: Langit7/iStock
LANGIT7.ID - , Jakarta - Tradisi mudik sangat lekat dengan masyarakat Indonesia menjelang Hari Raya Idul Fitri. Mudik menjadi istilah yang menggambarkan kegiatan seseorang pulang ke kampung halaman.

Mudik menjadi momen masyarakat rantau untuk merayakan Lebaran di tanah kelahirannya. Tapi, tahukah Sahabat bahwa istilah mudik berasal dari kata udik?

Baca juga: Sejarah dan Makna Mudik di Indonesia, Sudah Tahu Belum?

Antropolog Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof Heddy Shri Ahimsa-Putra mengatakan istilah tersebut diambil dari bahasa melayu udik yang berarti hulu atau ujung.

Sebab, pada masyarakat Melayu yang tinggal di hulu sungai pada masa lampau sering bepergian ke hilir sungai menggunakan perahu atau biduk. Setelah selesai urusannya, maka kembali pulang ke hulu pada sore harinya.

“Berasal dari bahasa Melayu, udik. Konteksnya pergi ke muara dan kemudian pulang kampung. Saat orang mulai merantau karena ada pertumbuhan di kota, kata mudik mulai dikenal dan dipertahankan hingga sekarang saat mereka kembali ke kampungnya,” kata Prof Heddy seperti dikutip dari website resmi UGM, Kamis (28/4/2022).

Prof Heddy menambahkan, istilah mudik mulai dikenal publik di era 70-an. Kala itu, di masa orde baru, melakukan pembangunan pusat pertumbuhan di kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung dan Medan.

Pertumbuhan pembangunan tersebut berimbas pada tingkat urbanisasi masyarakat yang mencari pekerjaan dan menetap di kota. Kondisi ini pun membuat rasa rindu bagi pekerja yang jauh dan lama lepas dari kerabatnya.

“Kangen pasti. Menunggu libur yang agak panjang agar bisa kumpul sangat ditunggu. Karena kita di Indonesia masyarakat muslim yang paling banyak maka lebaran Idul Fitri jadi pilihan," sambung Prof Heddy.

Sama seperti masyarakat Amerika dan Eropa yang banyak pulang kampung atau mudik saat perayaan thanksgiving atau natal.

Baca juga: Temani Perjalanan, Unduh Buku Panduan Mudik Islami Langit7 di Sini

Akan tetapi mudik bagi sebagian orang bukan semata-mata untuk ajang kumpul keluarga. Melainkan juga menjadi ajang bagi sebagian orang untuk pamer atas keberhasilan mereka di tanah perantauan.

“Motivasi lain karena ingin menunjukkan ia sudah berhasil secara ekonomi,” katanya.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)