LANGIT7.ID, Jakarta - Sejarah dan makna
mudik di Indonesia hampir dilupakan oleh masyarakatnya. Sebab rutinitas ini sudah menjadi tradisi, sehingga bukan lagi fenomena aneh.
Momen mudik pada hari raya selalu identik dengan kemacetan, cerita lucu, transportasi umum dan infrastruktur jalan. Namun apa sebenarnya arti kata mudik itu sendiri?
Merangkum dari berbagai sumber, menurut ahli kajian filsafat, Jacob Sumardjo, istilah mudik berasal dari Bahasa Jawa 'mulih dhilik', yang artinya 'pulang sebentar'.
Hal itu dilandaskan karena pada kebiasaan mudik masyarakat, usai menghabisi waktu sekian hari di kampung halaman, mereka nantinya akan kembali ke kota perantauan.
Baca Juga: 7 Rekomendasi Lagu Religi Ini Siap Temani Mudik Lebaran 2022Sementara dalam pandangan lainnya, Sejarawan Betawi, Ridwan Saidi, mudik berangkat dari istilah 'menuju udik', yang artinya 'menuju Selatan'.
Ini karena orang Betawi zaman dahulu yang punya kebiasaan membuka usaha di Pesisir Utara, sementara rumahnya berada di daerah Selatan.
Menurut Sejarawan UNAIR, Purnawan Basundoro, sejarah mudik tidak mudah untuk ditelusuri karena merupakan bagian dari tradisi masyarakat Indonesia, yang diperkirakan sudah berlangsung sejak lama.
Adapun mudik menjadi cukup fenomenal dengan masyarakat Indonesia. Diperkirakan sejak Ibu Kota Jakarta menjadi kota utama dan orientasi sebagian besar masyarakat Indonesia.
"Mereka yang berasal dari daerah, lantas merantau dan tersebar di beberapa kota lainnya. Sejak itu mudik menjadi semakin gegap gempita," ungkapnya dikanal YouTube Universitas Airlangga.
Apalagi mudik di masa kini, kian didukung dengan infrastruktur, baik jalan maupun transportasi. Sehingga mudik dapat dipastikan membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, terutama peran pemerintah.
Itulah sejarah mudik yang mungkin Sahabat Langit7 sendiri belum tahu. Bagi Sahabat yang akan melakukan perjalanan mudik, hati-hati yah.
(bal)