home masjid

Maksimalkan Ibadah Akhir Ramadhan: Penuhi Masjid, Bukan Mall

Kamis, 28 April 2022 - 19:01 WIB
Tarawih di Masjidil Aqsa pada malam ke-27 Ramadhan (foto: twitter/@faredalhor)
Ada sebuah paradoks yang terjadi di masyarakat Indonesia pada bulan ramadhan. Awal ramadhan masjid penuh di malam hari masyarakat antusias menjalankan tarawih. Namun pemandangan jadi berbeda ketika memasuki 10 terakhir, masjid jadi semakin sepi sementara pusat perbelanjaan atau mall penuh sesak.

Gemerlap lampu-lampu gedung, belanja keperluan dan baju baru yang mentereng jauh lebih menggoda ketimbang lailatul qadar.

Fenomena konsumtif berlebihan di akhir Ramadhan bisa dipicu beberapa faktor. Masyarakat biasanya melakukan ekses konsumsi atau belanja yang relatif lebih tinggi di banding hari-hari sebelumnya. Salah satu faktornya karena memang adanya Tunjangan Hari Raya (THR).

Keberadaan THR diikuti tradisi memakai baju baru saat lebaran menjadikan momen akhir ramadhan kerap terlupakan. Banyak masyarakat muslim menyibukkan diri di pasar ketimbang memperbanyak amal ibadah di masjid-masjid.

Baca Juga: 5 Amalan di Pekan Terakhir Ramadhan, Kejar Nomor 1

Padahal, Rasulullah SAW dan para salafush shalih memanfaatkan 10 hari terakhir Ramadhan untuk memaksimalkan ibadah. Mereka optimal mengisinya dengan ketaatan seperti shalat malam, membaca Al-Qur’an, dzikir, doa, sedekah, i’tikaf, dan lain sebagainya.

Dosen Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat, Buya Suhardi, mengatakan, setiap umat Islam dituntut lebih intensif beribadah di 10 terakhir ramadhan. Ada banyak ibadah bisa dilakukan agar bisa menjadi orang-orang bertakwa.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
ramadhan itikaf lailatul qadar
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya