Tradisi Sungkeman Idul Fitri, Bentuk Bakti Anak pada Orang Tua
Redaksi
Ahad, 01 Mei 2022 - 15:21 WIB
Tradisi sungkeman saat Idul Fitri sebagai bentuk bakti anak pada orang tua. Foto: Langit7/iStock
Sungkeman adalahtradisi masyarakat Indonesia yang biasa dilakukan saat hari raya Lebaran. Konon, kebiasaan sungkeman ini berasal dari tradisi Jawa yang dibawa Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Sri Mangkunegara I dari Kraton Solo.
Tradisi sungkeman dilakukan oleh anak ke orang tua atau keluarga yang dituakan. Biasanya sebagai bentuk bakti sang anak pada orang tua atau menghormati orang yang dituakan.
Tata cara sungkeman Lebaran yang umum dijumpai di masyarakat Indonesia adalah dengan cara bersimpuh dan mencium tangan.
Lalu, bagaimana hukum sungkeman saat Idul Fitri?
Baca juga: Tradisi Maaf-Maafan, Ustad Asroni: Jangan Cuma di Hari Lebaran
Sungkeman yang dilakukan saat Idul Fitri memilih pengertian memohon maaf atau nyuwun ngapura. Istilah ngapura sendiri berasal dari bahasa Arab 'ghafura' yang artinya pengampunan.
Tradisi sungkeman dilakukan oleh anak ke orang tua atau keluarga yang dituakan. Biasanya sebagai bentuk bakti sang anak pada orang tua atau menghormati orang yang dituakan.
Tata cara sungkeman Lebaran yang umum dijumpai di masyarakat Indonesia adalah dengan cara bersimpuh dan mencium tangan.
Lalu, bagaimana hukum sungkeman saat Idul Fitri?
Baca juga: Tradisi Maaf-Maafan, Ustad Asroni: Jangan Cuma di Hari Lebaran
Sungkeman saat Idul Fitri dalam pandangan Islam
Secara umum, sungkeman adalah proses saling memaafkan yang dilakukan orang yang lebih muda ke yang lebih tua.Sungkeman yang dilakukan saat Idul Fitri memilih pengertian memohon maaf atau nyuwun ngapura. Istilah ngapura sendiri berasal dari bahasa Arab 'ghafura' yang artinya pengampunan.