Islam di Amerika
Mahasiswa Non Muslim di AS Ajak Mahasiswa Muslim Makan Siang Rayakan Lebaran
Muhajirin
Kamis, 05 Mei 2022 - 05:03 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Idul Fitri di negara minoritas muslim tentu berbeda 180 derajat dengan di negara mayoritas muslim seperti Indonesia. Warga Negara Indonesia di negara minoritas muslim harus menahan rindu akan nuansa lebaran di kampung halaman.
Namun, ternyata lebaran di negeri minoritas muslim tetap punya kesan tersendiri. Hal itulah yang dialami oleh mahasiswa doktoral di University of Illinois, Abrory Agus Cahaya Pramana.
Mahasiswa asal Madura ini menyebut masyarakat non muslim di Amerika tidak mempermasalahkan keberadaan umat Islam di sana. Bahkan, mereka sangat terbuka dengan perayaan Hari Raya Idul Fitri.
"Mereka sangat toleran dengan perayaan hari kemenangan umat Islam," kata Abrory kepada LANGIT7.ID, Rabu (4/5/2022).
Begitu pun di dunia kampus. Abrory menceritakan, rekan sesama mahasiswa yang non muslim mengajak mahasiswa muslim makan siang bersama saat hari raya Idul Fitri.
Baca Juga: Idul Fitri di Amerika Serikat: Mengupayakan Lebaran Meski Tanpa Liburan
Namun, ternyata lebaran di negeri minoritas muslim tetap punya kesan tersendiri. Hal itulah yang dialami oleh mahasiswa doktoral di University of Illinois, Abrory Agus Cahaya Pramana.
Mahasiswa asal Madura ini menyebut masyarakat non muslim di Amerika tidak mempermasalahkan keberadaan umat Islam di sana. Bahkan, mereka sangat terbuka dengan perayaan Hari Raya Idul Fitri.
"Mereka sangat toleran dengan perayaan hari kemenangan umat Islam," kata Abrory kepada LANGIT7.ID, Rabu (4/5/2022).
Begitu pun di dunia kampus. Abrory menceritakan, rekan sesama mahasiswa yang non muslim mengajak mahasiswa muslim makan siang bersama saat hari raya Idul Fitri.
Baca Juga: Idul Fitri di Amerika Serikat: Mengupayakan Lebaran Meski Tanpa Liburan