Jawa Barat Miliki 2.200 Hafizh 30 Juz, Masih Butuh 3.800 Penghafal Qur'an
Muhajirin
Ahad, 01 Agustus 2021 - 13:31 WIB
Ilustrasi. Santri Pondok Pesantren Irsyadul Quran Ciawi, Bogor, Jawa Barat. Foto: LANGIT7.ID
Jawa Barat (Jabar) tetap berkomitmen dengan taglinenya Juara Lahir dan Batin. Untuk meraih impian itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menargetkan seluruh desa di wilayahnya harus memiliki penghapal Al-Qur'an. Artinya, Jabar harus memiliki minimal 5.957 penghapal berdasarkan jumlah desa di daerah tersebut.
Pria yang akrab disapa Kang Emil ini mengatakan, dari 5.957 desa, sudah ada 2.200 hafizh 30 juz. Para hafiz tersebut sudah ditempatkan di desa- desa. Kini, Jabar masih membutuhkan sebanyak 3.800 hafizh lagi. Yang pasti, saat ini sudah ada calonnya dari mereka yang masih belajar di pesantren dengan kemampuan hafal 10-20 juz.
“Saya tetap anggarkan untuk satu pesantren satu hafizh walau situasi masih pandemi Covid-19,” ujarnya dalam acara Training for Trainer Smart Method Bil Qalam 9 Jam Paham Bahasa Arab Al-Qur'an secara virtual dari Gedung Pakuan, Bandung, Sabtu (31/7).
Selain menghapal dan membaca Al-Qur'an, Ridwan Kamil juga ingin warganya menguasai minimal tiga bahasa, yakni Indonesia, Inggris, dan Arab. Indonesia sebagai bahasa persatuan, Inggris bahasa pergaulan internasional, dan Arab dapat dipergunakan memahami Al-Qur'an dan hadits.
“Itu kenapa Jabar juga punya program English for ulama. Fiqihnya dikuasai dengan bahasa Arab, pergaulannya bahasa internasional, bahasa Inggris. Itulah cita-cita kami, makanya program Jabar Juara Lahir Batin didukung sekali,” katanya.
Pemda Provinsi Jabar bersama pemkab/pemkot akan memasifkan pelatihan membaca Al-Qur'an kepada sekitar 45 juta penduduk muslim di Jabar. Tujuannya bukan saja memberantas buta akasa Alquran tapi juga meningkatkan pemahaman isi kitab suci.
“Insya Allah kegiatan ini akan dimasifkan ke seluruh Jawa Barat yang memiliki penduduk 45 juta muslim,” kata Ridwan Kamil.
Pria yang akrab disapa Kang Emil ini mengatakan, dari 5.957 desa, sudah ada 2.200 hafizh 30 juz. Para hafiz tersebut sudah ditempatkan di desa- desa. Kini, Jabar masih membutuhkan sebanyak 3.800 hafizh lagi. Yang pasti, saat ini sudah ada calonnya dari mereka yang masih belajar di pesantren dengan kemampuan hafal 10-20 juz.
“Saya tetap anggarkan untuk satu pesantren satu hafizh walau situasi masih pandemi Covid-19,” ujarnya dalam acara Training for Trainer Smart Method Bil Qalam 9 Jam Paham Bahasa Arab Al-Qur'an secara virtual dari Gedung Pakuan, Bandung, Sabtu (31/7).
Selain menghapal dan membaca Al-Qur'an, Ridwan Kamil juga ingin warganya menguasai minimal tiga bahasa, yakni Indonesia, Inggris, dan Arab. Indonesia sebagai bahasa persatuan, Inggris bahasa pergaulan internasional, dan Arab dapat dipergunakan memahami Al-Qur'an dan hadits.
“Itu kenapa Jabar juga punya program English for ulama. Fiqihnya dikuasai dengan bahasa Arab, pergaulannya bahasa internasional, bahasa Inggris. Itulah cita-cita kami, makanya program Jabar Juara Lahir Batin didukung sekali,” katanya.
Pemda Provinsi Jabar bersama pemkab/pemkot akan memasifkan pelatihan membaca Al-Qur'an kepada sekitar 45 juta penduduk muslim di Jabar. Tujuannya bukan saja memberantas buta akasa Alquran tapi juga meningkatkan pemahaman isi kitab suci.
“Insya Allah kegiatan ini akan dimasifkan ke seluruh Jawa Barat yang memiliki penduduk 45 juta muslim,” kata Ridwan Kamil.
(jak)