Faktor Penyebab Seorang Menderita LGBT, Ini Cara Pengobatannya
Mahmuda attar hussein
Selasa, 10 Mei 2022 - 18:35 WIB
Ilustrasi penyebab LGBT. (Foto: iStock).
Ada sejumlah faktor penyebab seseorang menderita penyakit kelainan seksual atau LGBT. Namun hal ini tetap bisa disembuhkan dengan cara mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Seksiolog, Dokter Boyke mengatakan, ada sejumlah faktor yang menyebabkan seseorang menderita LGBT. Mulai dari internal sampai masalah eksternal.
Faktor pertama, kata dia, bisa dimulai di dalam kandungan. Ibu dari penderita LGBT ini terlalu banyak mengonsumsi ayam yang disuntik hormon selama mengandung.
Baca Juga: KH Cholil Nafis: LGBT Harus Diamputasi, Bukan Ditoleransi
"Mungkin juga orang tuanya waktu itu banyak makan ayam ayam yang disuntik dengan hormon, seperti ayam broiler, minum pil KB tapi masih hamil, atau tekanan berat ketika hamil," kata dia dikutip Selasa (10/5/2022).
Kemudian penyebab lainnya, akibat dari gangguan psikologis mereka. Seperti mengalami pelecehan seksual sewaktu kecil, korban bully, sering dibandingkan dengan orang lain, dimarahi orang tua, dan lainnya.
"Dari keseluruhan faktor ini kita tidak tahu mana yang menyebabkan seseorang menjadi LGBT. Namun jika seseorang ingin kembali normal, maka orientasinya membutuhkan sesi konsultasi cukup panjang," ujar dia.
Seksiolog, Dokter Boyke mengatakan, ada sejumlah faktor yang menyebabkan seseorang menderita LGBT. Mulai dari internal sampai masalah eksternal.
Faktor pertama, kata dia, bisa dimulai di dalam kandungan. Ibu dari penderita LGBT ini terlalu banyak mengonsumsi ayam yang disuntik hormon selama mengandung.
Baca Juga: KH Cholil Nafis: LGBT Harus Diamputasi, Bukan Ditoleransi
"Mungkin juga orang tuanya waktu itu banyak makan ayam ayam yang disuntik dengan hormon, seperti ayam broiler, minum pil KB tapi masih hamil, atau tekanan berat ketika hamil," kata dia dikutip Selasa (10/5/2022).
Kemudian penyebab lainnya, akibat dari gangguan psikologis mereka. Seperti mengalami pelecehan seksual sewaktu kecil, korban bully, sering dibandingkan dengan orang lain, dimarahi orang tua, dan lainnya.
"Dari keseluruhan faktor ini kita tidak tahu mana yang menyebabkan seseorang menjadi LGBT. Namun jika seseorang ingin kembali normal, maka orientasinya membutuhkan sesi konsultasi cukup panjang," ujar dia.