Hafidzhah Nabila: Mengajarkan Al Qur'an yang Pertama adalah Doa
Dwitisya Rizky Desindatika
Senin, 02 Agustus 2021 - 09:00 WIB
Ustadzah Nabila Abdul Rahim Bayan al Hafidzhah Foto: Twitter/hafizRCTI
Nabila Abdul Rahim Bayan al hafidzhah mulai dikenal publik sejak wajahnya kerap muncul di layar kaca sebagai salah satu juri program Hafiz Indonesia di RCTI.
Muslimah kelahiran Makkah, 15 April 1992 ini menjadi seorang pengajar Al-Qur’an di beberapa sekolah, dan pernah menjadi guru salah satu putri Imam Masjidil Haram.
Lahir dan besar di Arab Saudi, ia dan saudaranya mulai belajar Al-Qur’an bersama orangtuanya sejak usia 4 tahun. Nabila tuntas menghafal 30 juz pada usia 17 tahun.
Bagaimana kisah Ustadzah Nabila belajar Al-Qur’an hingga bisa jadi pribadi yang mencintai Al-Qur’an? Berikut petikan wawancara Langit7 bersama Nabila Abdul Rahim Bayan al hafidzhah.
Ustadzah Nabila diketahui belajar Al-Qur’an pertama kali saat masih kecil bersama orang tua di rumah, apa alasan orang tua memilih mengajarkan Al-Qur’an di rumah terlebih dulu?
Orang tua awalnya memililih untuk mengajarkan kami Al-Qur’an di rumah karena di Arab itu, syarat untuk masuk SD harus bisa baca (Al Qur'an). Sedangkan TK itu tidak wajib, jadi mau ikut TK boleh, tidak juga tidak apa-apa. Alhamdulillah, ayah lulusan pesantren. Jadi walaupun di Mekkah tidak ada pesantren, tapi sistem (pendidikan) kami di rumah itu seperti pesantren.
Jadi penentuan rutinitas itu sudah dari kecil, membuat anak-anaknya terbiasa (dengan Al Qur'an). Jadi sebelum bersekolah (formal) memang sudah dibiasakan ada waktu untuk main, ada waktu untuk mengaji, ada waktu untuk beraktivitas dan lainnya. Jadi kami punya waktu utama yang dikhususkan untuk mengaji di antara maghrib dan isya. Di waktu tersebut orangtua kami mengajari mengaji.
Muslimah kelahiran Makkah, 15 April 1992 ini menjadi seorang pengajar Al-Qur’an di beberapa sekolah, dan pernah menjadi guru salah satu putri Imam Masjidil Haram.
Lahir dan besar di Arab Saudi, ia dan saudaranya mulai belajar Al-Qur’an bersama orangtuanya sejak usia 4 tahun. Nabila tuntas menghafal 30 juz pada usia 17 tahun.
Bagaimana kisah Ustadzah Nabila belajar Al-Qur’an hingga bisa jadi pribadi yang mencintai Al-Qur’an? Berikut petikan wawancara Langit7 bersama Nabila Abdul Rahim Bayan al hafidzhah.
Ustadzah Nabila diketahui belajar Al-Qur’an pertama kali saat masih kecil bersama orang tua di rumah, apa alasan orang tua memilih mengajarkan Al-Qur’an di rumah terlebih dulu?
Orang tua awalnya memililih untuk mengajarkan kami Al-Qur’an di rumah karena di Arab itu, syarat untuk masuk SD harus bisa baca (Al Qur'an). Sedangkan TK itu tidak wajib, jadi mau ikut TK boleh, tidak juga tidak apa-apa. Alhamdulillah, ayah lulusan pesantren. Jadi walaupun di Mekkah tidak ada pesantren, tapi sistem (pendidikan) kami di rumah itu seperti pesantren.
Jadi penentuan rutinitas itu sudah dari kecil, membuat anak-anaknya terbiasa (dengan Al Qur'an). Jadi sebelum bersekolah (formal) memang sudah dibiasakan ada waktu untuk main, ada waktu untuk mengaji, ada waktu untuk beraktivitas dan lainnya. Jadi kami punya waktu utama yang dikhususkan untuk mengaji di antara maghrib dan isya. Di waktu tersebut orangtua kami mengajari mengaji.