Sri Mulyani Soroti Wanita, Pemuda, dan UMKM dalam Inklusi Keuangan
Mahmuda attar hussein
Kamis, 12 Mei 2022 - 13:20 WIB
Menkeu Sri Mulyani. (Foto: Istimewa).
Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani, menyoroti kondisi dan peranan wanita, pemuda, dan UMKM termasuk kelompok rentan dalam masalah inkulsi keuangan.
Berdasarkan Global Findex 2017, sekitar 30 persen dari populasi global atau sekitar 1,7 miliar penduduk dunia, masih kekurangan akses ke produk dan layanan keuangan.
"Pandemi menghilangkan pekerjaan dan memperburuk kemiskinan, itu juga memperumit upaya kita untuk mengatasi hambatan terhadap inklusi keuangan," kata Sri Mulyani dalam keterangannya, dikutip Kamis (12/5/2022).
UMKM berperan penting dalam penyerapan tenaga kerja, investasi, dan pembangunan ekonomi. Di Indonesia sendiri, UMKM memiliki kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian dengan menyediakan 97 persen lapangan kerja, lebih dari 60 persen PDB, dan lebih dari 60 persen investasi.
Baca Juga: Sri Mulyani Optimis Indonesia Mampu Bangkit dari Dampak Pandemi Covid-19
Namun, pengembangan UMKM masih terkendala, salah satunya akses terhadap pembiayaan. Belum lagi, pukulan keras pandemi yang menghantam UMKM menyebabkan kerentanan semakin meningkat, terutama oleh perempuan karena hilangnya pendapatan dan terbatasnya akses keuangan.
"Meningkatkan akses perempuan ke layanan keuangan formal dapat memberdayakan diri mereka sendiri dengan terlibat dalam kegiatan bisnis seperti UMKM," katanya.
Berdasarkan Global Findex 2017, sekitar 30 persen dari populasi global atau sekitar 1,7 miliar penduduk dunia, masih kekurangan akses ke produk dan layanan keuangan.
"Pandemi menghilangkan pekerjaan dan memperburuk kemiskinan, itu juga memperumit upaya kita untuk mengatasi hambatan terhadap inklusi keuangan," kata Sri Mulyani dalam keterangannya, dikutip Kamis (12/5/2022).
UMKM berperan penting dalam penyerapan tenaga kerja, investasi, dan pembangunan ekonomi. Di Indonesia sendiri, UMKM memiliki kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian dengan menyediakan 97 persen lapangan kerja, lebih dari 60 persen PDB, dan lebih dari 60 persen investasi.
Baca Juga: Sri Mulyani Optimis Indonesia Mampu Bangkit dari Dampak Pandemi Covid-19
Namun, pengembangan UMKM masih terkendala, salah satunya akses terhadap pembiayaan. Belum lagi, pukulan keras pandemi yang menghantam UMKM menyebabkan kerentanan semakin meningkat, terutama oleh perempuan karena hilangnya pendapatan dan terbatasnya akses keuangan.
"Meningkatkan akses perempuan ke layanan keuangan formal dapat memberdayakan diri mereka sendiri dengan terlibat dalam kegiatan bisnis seperti UMKM," katanya.