LANGIT7.ID, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu),
Sri Mulyani, menyoroti kondisi dan peranan wanita, pemuda, dan UMKM termasuk kelompok rentan dalam masalah inkulsi keuangan.
Berdasarkan Global Findex 2017, sekitar 30 persen dari populasi global atau sekitar 1,7 miliar penduduk dunia, masih kekurangan akses ke produk dan
layanan keuangan.
"Pandemi menghilangkan pekerjaan dan memperburuk kemiskinan, itu juga memperumit upaya kita untuk mengatasi hambatan terhadap inklusi keuangan," kata Sri Mulyani dalam keterangannya, dikutip Kamis (12/5/2022).
UMKM berperan penting dalam penyerapan tenaga kerja, investasi, dan pembangunan ekonomi. Di Indonesia sendiri, UMKM memiliki kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian dengan menyediakan 97 persen lapangan kerja, lebih dari 60 persen PDB, dan lebih dari 60 persen investasi.
Baca Juga: Sri Mulyani Optimis Indonesia Mampu Bangkit dari Dampak Pandemi Covid-19Namun, pengembangan UMKM masih terkendala, salah satunya akses terhadap pembiayaan. Belum lagi, pukulan keras pandemi yang menghantam UMKM menyebabkan kerentanan semakin meningkat, terutama oleh perempuan karena hilangnya pendapatan dan terbatasnya akses keuangan.
"Meningkatkan akses perempuan ke layanan keuangan formal dapat memberdayakan diri mereka sendiri dengan terlibat dalam kegiatan bisnis seperti UMKM," katanya.
Perempuan yang terlibat di bidang ekonomi dan pasar tenaga kerja, berpotensi memberikan kontribusi sebesar USD28 triliun atau 26 persen dari PDB dunia pada tahun 2025.
Namun, kesulitan mengakses layanan keuangan menjadikannya tidak memiliki jaminan yang bankable. Selain itu, masih banyak perempuan yang belum memiliki pengetahuan tentang layanan keuangan formal dan pengelolaanya.
Di sisi lain, pemuda sebagai masa depan suatu negara juga sering dikesampingkan dalam hal finansial. Pasalnya, mereka masih dianggap memiliki kekurangan dalam dokumen identitas resmi.
“Untuk itu, kebutuhan untuk membangun keuangan dan ekonomi yang inklusif, harus menyikapi ketiga dimensi yang sangat penting, yaitu perempuan, pemuda, dan UMKM. Termasuk akses ke rekening transaksi yang merupakan langkah pertama menuju inklusi keuangan lebih luas," jelasnya.
(bal)