Kota Bandung Segera Dideklarasikan Sebagai Kota Angklung
Hasanah syakim
Kamis, 12 Mei 2022 - 19:58 WIB
ilustrasi karyawan Kimia Farma saat bermain angklung di angklungudjo (foto: instagram/ @angklungudjo)
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Dewi Kaniasari atau kerap disapa Kenny menyampaikan bahwa Kota Bandung akan mendeklarasikan dirisebagai ‘Kota Angklung’ dengan melibatkan para seniman dan pegiat angklung di Plaza Balai Kota pada 21 Mei 2022.
"Hal ini didasari dengan berbagai kajian bahwa memang sudah sepantasnya Kota Bandung menjadi kota angklung,”katanya Kamis (12/5/2022).
Menurutnya, terdapat beberapa indikator yang menjadikan Kota Bandung layak menjadi kota angklung.
Baca juga:Aransemen Lagu AC Milan, Rumah Angklung Diundang ke Italia
“Ekosistem angklung di Kota Bandung sudah tersedia meliputi seniman, komunitas, unsur pendidikan, literatur, aktivitas dan industri pariwisatanya,” ungkap Kenny.
Kenny menjelaskan bahwa di Kota Bandung selain seniman dan komunitas yang menjamur juga terdapat perguruan tinggi dengan program studi angklung dan musik bambu, seperti di Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung dan menjadi ektrakurikuler di beberapa sekolah menengah.
“Begitupula aktivasi kegiatan dan industri pariwisatanya seperti di Saung Angklung Udjo. Juga sejarah angklung di Kota Bandung di tahun 1930-an, Pak Daeng Soetigna mempelopori kehadiran angklung,” paparnya.
"Hal ini didasari dengan berbagai kajian bahwa memang sudah sepantasnya Kota Bandung menjadi kota angklung,”katanya Kamis (12/5/2022).
Menurutnya, terdapat beberapa indikator yang menjadikan Kota Bandung layak menjadi kota angklung.
Baca juga:Aransemen Lagu AC Milan, Rumah Angklung Diundang ke Italia
“Ekosistem angklung di Kota Bandung sudah tersedia meliputi seniman, komunitas, unsur pendidikan, literatur, aktivitas dan industri pariwisatanya,” ungkap Kenny.
Kenny menjelaskan bahwa di Kota Bandung selain seniman dan komunitas yang menjamur juga terdapat perguruan tinggi dengan program studi angklung dan musik bambu, seperti di Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung dan menjadi ektrakurikuler di beberapa sekolah menengah.
“Begitupula aktivasi kegiatan dan industri pariwisatanya seperti di Saung Angklung Udjo. Juga sejarah angklung di Kota Bandung di tahun 1930-an, Pak Daeng Soetigna mempelopori kehadiran angklung,” paparnya.