Bicara di Hadapan Joe Biden, Jokowi Minta Perang Rusia-Ukraina Dihentikan Sekarang Juga
Muhajirin
Sabtu, 14 Mei 2022 - 18:05 WIB
Jokowi bersama Kepala Negara-negara ASEAN bertemu Presiden Amerika Serikat Joe Biden (Dok Setkab)
Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) meminta perang antara Rusia dan Ukraina segera dihentikan. Hal ini karena perang menciptakan masalah global yang menghambat pembangunan berkelanjutan khususnya di negara berkembang dan kurang berkembang.
"Dunia tidak memiliki pilihan lain kecuali dihentikan sekarang juga," kata Presiden Jokowi di hadapan Presiden Amerika Serikat dan Kepala Negara-negara ASEAN pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Khusus ASEAN-AS yang dikutip melalui laman setkab.go.id, Sabtu (14/5/2022).
Secara khusus, kata Jokowi, perang menyebabkan kenaikan harga pangan, energi, dan inflasi yang sangat memperberat perekonomian. Otomatis hal tersebut, memperlambat tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG) negara-negara yang masuk dalam kategori kelompok di atas.
Baca Juga: Jokowi Berharap KTT Khusus Hasilkan Kerja Sama Bagi Perdamaian
"Bagi sebagian anggota ASEAN kenaikan 10 persen dari harga minyak akan berdampak pada peningkatan pendapatan nasional sebesar 0,7 persen dan kenaikan harga gandum akan menyebabkan peningkatan kemiskinan sebesar 1 persen," jelas Jokowi.
"Dunia tidak memiliki pilihan lain kecuali dihentikan sekarang juga," kata Presiden Jokowi di hadapan Presiden Amerika Serikat dan Kepala Negara-negara ASEAN pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Khusus ASEAN-AS yang dikutip melalui laman setkab.go.id, Sabtu (14/5/2022).
Secara khusus, kata Jokowi, perang menyebabkan kenaikan harga pangan, energi, dan inflasi yang sangat memperberat perekonomian. Otomatis hal tersebut, memperlambat tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG) negara-negara yang masuk dalam kategori kelompok di atas.
Baca Juga: Jokowi Berharap KTT Khusus Hasilkan Kerja Sama Bagi Perdamaian
"Bagi sebagian anggota ASEAN kenaikan 10 persen dari harga minyak akan berdampak pada peningkatan pendapatan nasional sebesar 0,7 persen dan kenaikan harga gandum akan menyebabkan peningkatan kemiskinan sebesar 1 persen," jelas Jokowi.