YBM PLN Bantu Keluarga Bunuh Diri karena Terjerat Utang Bank
Fajar adhitya
Selasa, 17 Mei 2022 - 09:33 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
Baru-baru ini viral di media sosial tentang kabar mengenaskan dengan ditemukannya tiga orang tewas gantung diri di dua lokasi berbeda di Kabupaten Sragen. Kejadian tersebut disinyalir karena faktor keterbatasan ekonomi.
Sebanyak dua korban di antaranya merupakan ayah dan anak, warga Dukuh Grasak, Desa/Kecamatan Gondang, Sragen. Yakni Bapak A (40) dan putranya, S (5). Sedangkan kasus gantung diri dengan korban bapak S (34) terjadi di Desa Pengkok, Kecamatan Kedawung.
Korban ditemukan tergantung di ruang dapur dan meninggalkan selembar wasiat, di atas kertas yang dipaku di tembok. Berikut isi wasiatnya:
Baca Juga:YBM PLN Bangun Kemandirian Pesantren dengan Amal Usaha
“MAK/PAK TULUNG JOGO RIA RAMA MBI KHEYLA ANGGAP ANAK DEWE. AKU WES GK KUAT NGLAKONI URIP GK ISO TURU DUDU MERGO SOPO SOPO MERGO AKU DEWE TITIP RIA KARO BOCAH BOCAH” (Mak/Pak tolong jaga Ria, Rama, dan Kheyla anggap anak sendiri. Aku sudah tidak kuat menjalani hidup. Tidak bisa tidur. Bukan karena siapa-siapa, tapi karena aku sendiri. Titip Ria dan anak-anak). Itulah isi selembar surat wasiat dari Bapak S (34) salah satu korban gantung diri di Sragen Jawa Tengah.
Merespon kabar tersebut, Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN melalui YBM PLN UID Jateng dan DIY serta YBM PLN UP3 Surakarta langsung mendatangi para keluarga korban untuk melihat langsung kondisi sebenarnya yang terjadi. Dari kunjungan tersebut didapatkan informasi bahwa Bapak S memiliki hutang Bank yang kian membengkak.
Dengan kondisi tersebut, YBM PLN memberikan bantuan berupa pelunasan hutang dan memberikan bantuan modal usaha berjualan makanan untuk istri almarhum sebagai mitigasi agar beranjak bangkit berdiri kembali di kaki sendiri sebagai orang tua tunggal.
Sebanyak dua korban di antaranya merupakan ayah dan anak, warga Dukuh Grasak, Desa/Kecamatan Gondang, Sragen. Yakni Bapak A (40) dan putranya, S (5). Sedangkan kasus gantung diri dengan korban bapak S (34) terjadi di Desa Pengkok, Kecamatan Kedawung.
Korban ditemukan tergantung di ruang dapur dan meninggalkan selembar wasiat, di atas kertas yang dipaku di tembok. Berikut isi wasiatnya:
Baca Juga:YBM PLN Bangun Kemandirian Pesantren dengan Amal Usaha
“MAK/PAK TULUNG JOGO RIA RAMA MBI KHEYLA ANGGAP ANAK DEWE. AKU WES GK KUAT NGLAKONI URIP GK ISO TURU DUDU MERGO SOPO SOPO MERGO AKU DEWE TITIP RIA KARO BOCAH BOCAH” (Mak/Pak tolong jaga Ria, Rama, dan Kheyla anggap anak sendiri. Aku sudah tidak kuat menjalani hidup. Tidak bisa tidur. Bukan karena siapa-siapa, tapi karena aku sendiri. Titip Ria dan anak-anak). Itulah isi selembar surat wasiat dari Bapak S (34) salah satu korban gantung diri di Sragen Jawa Tengah.
Merespon kabar tersebut, Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN melalui YBM PLN UID Jateng dan DIY serta YBM PLN UP3 Surakarta langsung mendatangi para keluarga korban untuk melihat langsung kondisi sebenarnya yang terjadi. Dari kunjungan tersebut didapatkan informasi bahwa Bapak S memiliki hutang Bank yang kian membengkak.
Dengan kondisi tersebut, YBM PLN memberikan bantuan berupa pelunasan hutang dan memberikan bantuan modal usaha berjualan makanan untuk istri almarhum sebagai mitigasi agar beranjak bangkit berdiri kembali di kaki sendiri sebagai orang tua tunggal.