605 Kiai Wafat Selama Pandemi, Baznas Luncurkan Program Kita Jaga Kiai
Ahmad zuhdi
Senin, 02 Agustus 2021 - 19:01 WIB
Pemberian vaksin di pesantren saat peluncuran program Baznas Kita Jaga Kiai (foto: Divisi Humas Baznas)
Sebagai upaya membantu pemerintah dalam menanggulangi pandemi Covid-19, khususnya di lingkungan pondok pesantren, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) meluncurkan program Kita Jaga Kyai. Program Kita Jaga Kyai inisiasi Baznas diluncurkan secara resmi oleh Wakil Presiden RI K.H. Ma’ruf Amin.
Kiai Ma’ruf menyambut baik dan mendukung penuh program Kita Jaga Kyai yang diinisiasi Baznas bersama pihak-pihak terkait. Wapres menyebut, aksi nyata ini sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan di lingkungan pondok pesantren, seperti para santri, pengurus, serta kiai.Menurut dia per tanggal 7 Juli 2021, berdasarkan data Kemenag sudah ada 605 orang kiai dan ulama serta pengasuh pesantren yang wafat karena Covid-19. Tak hanya itu, para santri juga banyak yang terpapar virus covid-19 di lingkungan pesantren selama pandemi menerpa Indonesia.“Saya mengapresiasi inisiatif Baznas dan Kemenag yang mendesain program Kita Jaga Kiai ini, salah satu bentuk negara atau pemerintah dalam menjaga dan memelihara kesehatan para kiai serta pengasuh pondok pesantren yang telah berjasa bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Wapres dalam acara Peluncuran Program Kita Jaga Kiai melalui konferensi video dari Istana Wapres, Jakarta, Senin (2/8).
Ia juga mengapresiasi Baznas yang telah mengoptimalkan dana zakat, infak dan sadaqah (ZIS) serta Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) untuk kemaslahatan umat terutama dalam penanganan pandemi Covid-19. “Saya mendorong agar Baznas terus dapat memperkuat kapasitas kelembagaannya sehingga pengelolaan ZIS di Indonesia dapat memberikan manfaat yang lebih besar lagi bagi masyarakat,” ucapnya.
Sementara, Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag, Muhammad Ali Ramdhani, yang mewakili Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan terima kasihnya kepada Baznas pusat, daerah, dan LAZ yang terus menghadirkan produk zakat yang sangat brilian. Menurutnya, ini adalah bentuk komitmen nyata dalam mewujudkan tata kelola zakat yang sejalan dengan arah pembangunan nasional.
"Program ini adalah bentuk kepedulian masyarakat zakat terhadap peran dan fungsi para kiai sebagai pilar pertahanan bangsa, semoga program ini dapat memicu dan motivasi dalam mendukung optimalisasi pengelolaan zakat," katanya saat membacakan pernyataan dari Menag.
"Kita patut bersyukur dengan banyaknya terobosan program lembaga pengelola zakat yang memberikan dukungan terhadap keberlangsungan dakwah para kiai dan tentu akan semakin memperkuat langkah para ulama dalam menjalankan fungsinya sebagai pengayom utama dan pewaris Risalah nubuwah," sambungnya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS RI, Prof. Noor Achmad, mengatakan program Kita Jaga Kiai merupakan bentuk keprihatinan Baznas melihat banyaknya ulama dan tokoh agama yang wafat akibat pandemi. Menurut Noor, Kyai merupakan salah satu garda terdepan dalam mensyiarkan agama yang sudah sepatutnya dijaga bersama agar senantiasa memberi dampak positif bagi bangsa.
Kiai Ma’ruf menyambut baik dan mendukung penuh program Kita Jaga Kyai yang diinisiasi Baznas bersama pihak-pihak terkait. Wapres menyebut, aksi nyata ini sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan di lingkungan pondok pesantren, seperti para santri, pengurus, serta kiai.Menurut dia per tanggal 7 Juli 2021, berdasarkan data Kemenag sudah ada 605 orang kiai dan ulama serta pengasuh pesantren yang wafat karena Covid-19. Tak hanya itu, para santri juga banyak yang terpapar virus covid-19 di lingkungan pesantren selama pandemi menerpa Indonesia.“Saya mengapresiasi inisiatif Baznas dan Kemenag yang mendesain program Kita Jaga Kiai ini, salah satu bentuk negara atau pemerintah dalam menjaga dan memelihara kesehatan para kiai serta pengasuh pondok pesantren yang telah berjasa bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Wapres dalam acara Peluncuran Program Kita Jaga Kiai melalui konferensi video dari Istana Wapres, Jakarta, Senin (2/8).
Ia juga mengapresiasi Baznas yang telah mengoptimalkan dana zakat, infak dan sadaqah (ZIS) serta Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) untuk kemaslahatan umat terutama dalam penanganan pandemi Covid-19. “Saya mendorong agar Baznas terus dapat memperkuat kapasitas kelembagaannya sehingga pengelolaan ZIS di Indonesia dapat memberikan manfaat yang lebih besar lagi bagi masyarakat,” ucapnya.
Sementara, Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag, Muhammad Ali Ramdhani, yang mewakili Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan terima kasihnya kepada Baznas pusat, daerah, dan LAZ yang terus menghadirkan produk zakat yang sangat brilian. Menurutnya, ini adalah bentuk komitmen nyata dalam mewujudkan tata kelola zakat yang sejalan dengan arah pembangunan nasional.
"Program ini adalah bentuk kepedulian masyarakat zakat terhadap peran dan fungsi para kiai sebagai pilar pertahanan bangsa, semoga program ini dapat memicu dan motivasi dalam mendukung optimalisasi pengelolaan zakat," katanya saat membacakan pernyataan dari Menag.
"Kita patut bersyukur dengan banyaknya terobosan program lembaga pengelola zakat yang memberikan dukungan terhadap keberlangsungan dakwah para kiai dan tentu akan semakin memperkuat langkah para ulama dalam menjalankan fungsinya sebagai pengayom utama dan pewaris Risalah nubuwah," sambungnya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS RI, Prof. Noor Achmad, mengatakan program Kita Jaga Kiai merupakan bentuk keprihatinan Baznas melihat banyaknya ulama dan tokoh agama yang wafat akibat pandemi. Menurut Noor, Kyai merupakan salah satu garda terdepan dalam mensyiarkan agama yang sudah sepatutnya dijaga bersama agar senantiasa memberi dampak positif bagi bangsa.