Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 06 Agustus 2026
home lifestyle muslim detail berita

Soroti Kasus Nakes Hina Pasien BPJS, dr Gia: Jas Putih Bukan Sekadar Seragam

esti setiyowati Kamis, 06 Agustus 2026 - 10:55 WIB
Soroti Kasus Nakes Hina Pasien BPJS, dr Gia: Jas Putih Bukan Sekadar Seragam
Soroti Kasus Nakes Hina Pasien BPJS, dr Gia: Jas Putih Bukan Sekadar Seragam. Foto: Ist
LANGIT7.ID, Jakarta,- - Dokter umum sekaligus edukator kesehatan, dr Gia Pratama menyayangkan komentar oknum tenaga kesehatan (nakes) yang bernada menghina terhadap pasien BPJS, mendiang Yurizal Tri Chaerawa. Melalui unggahan di Instagram miliknya, dr Gia mengajak rekan-rekan sejawatnya untuk mengingat kembali makna sejati dari baju nakes yang dikenakan.

Menurut dr Gia, seragam rumah sakit maupun jas putih merupakan pakaian penetral emosi sekaligus tanggung jawab dalam memberikan pelayanan, bukan sekedar identitas profesi.

Baca juga: Pelecehan Pasien BPJS Viral, Anggota DPR Desak Investigasi Tuntas

"Teman-teman dokter, teman-teman nakes. Jas putih yang kita kenakan, seragam rumah sakit yang melekat di tubuh kita, sejatinya adalah pakaian penetral emosi," tulisnya, dilihat Kamis (6/8/2026).

Ia memahami setiap tenaga medis tentu menghadapi tekanan yang besar dalam pekerjaannya. Namun, bukan berarti kondisi tersebut menghilangkan rasa empati terhadap pasien.

"Saat seragam itu dipakai, kita sedang mengingatkan diri sendiri bahwa segala lelah, kecewa, marah, dan segala tekanan yang kita rasakan, ada tanggung jawab besar untuk tetap bersikap profesional," tambahnya.

Di sisi lain, dr Gia memahami posisi pasien yang menggunakan BPJS. Sistem rumah sakit yang rumit, perpindahan kamar yang membutuhkan proses hingga padatnya ruang IGD. Namun, seringkali kendala tersebut tidak diketahui oleh pasien.

Baca juga: Viral Curhatan Pasien BPJS Dihina Nakes, Kemenkes Angkat Bicara

"Pasien hanya melihat keluarganya kesakitan, hanya ingin mengetahui apa yang sedang terjadi, berapa lama harus menunggu, dan apakah ada seseorang yang sungguh peduli kepada mereka," kata dr Gia.

Di posisi ini, lanjut dr Gia, penjelasan sederhana dari nakes menjadi kunci utama saat menghadapi pasien. Bahkan, kata-kata dari tenaga medis menjadi bentuk lain dari kasih sayang bagi pasien yang sedang menunggu kejelasan.

"Nada suara yang lembut adalah obat pertama. Penjelasan yang apa adanya itu membuat menunggu terasa lebih manusiawi," jelasnya.

Di bagian akhir unggahannya, dr Gia membagikan pernyataan yang banyak diunggah ulang oleh warganet. "Karena selelah-lelahnya menjadi tenaga kesehatan, percayalah, masih lebih melelahkan menjadi pasien. Sakit itu tidak enak," pungkasnya.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 06 Agustus 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:02
Ashar
15:23
Maghrib
17:58
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
right-3 (Desktop - langit7.id)
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan