Amalan Sebelum Tidur, Ini Kisah Lelaki Anshar Penghuni Surga
Fajar adhitya
Kamis, 19 Mei 2022 - 23:50 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
Syahdan, saat Rasulullah sedang berkumpul bersama para sahabatnya, tiba-tiba beliau berkata, “Sebentar lagi akan datang seorang laki-laki penghuni surga”.
Tak lama kemudian, seorang pria dari kalangan Anshar berlalu di hadapan mereka. Air bekas wudhu masih menetes dari sela-sela jenggotnya, tangan kirinya terlihat sedang menenteng sendal.
Keesokannya lagi, Nabi mengatakan hal yang sama, dan lelaki Anshar itu kembali melintas di hadapan para sahabat. Peristiwa tersebut berulang lagi pada hari ketiga, dan memancing rasa penasaran para sahabat.
Terpancing penasaran, salah seorang sahabat, Abdullah bin Amr bin Ash melakukan penyelidkan diam-diam untuk mengetahui amalan apa yang diperbuat lelaki itu. Ibn amr meminta izin untuk menginap di rumahnya selama tiga hari.
Baca Juga:Hati-hati, Mencari Ilmu untuk Dunia Bisa Merusak Ilmu
Singkat cerita, selama menginap, Abdullah bin Amr tak menemukan amalan istimewa padanya. Ia menyaksikan lelaki itu beribadah sebagaimana muslimin lainnya.
Hanya saja, tiap kali membolak-balikkan badan di ranjangnya, lelaki itu membaca dzikir dan takbir sampai ia bangun untuk shalat subuh. Satu lagi, lelaki ini juga tak pernah berbicara kecuali yang baik.
Tak lama kemudian, seorang pria dari kalangan Anshar berlalu di hadapan mereka. Air bekas wudhu masih menetes dari sela-sela jenggotnya, tangan kirinya terlihat sedang menenteng sendal.
Keesokannya lagi, Nabi mengatakan hal yang sama, dan lelaki Anshar itu kembali melintas di hadapan para sahabat. Peristiwa tersebut berulang lagi pada hari ketiga, dan memancing rasa penasaran para sahabat.
Terpancing penasaran, salah seorang sahabat, Abdullah bin Amr bin Ash melakukan penyelidkan diam-diam untuk mengetahui amalan apa yang diperbuat lelaki itu. Ibn amr meminta izin untuk menginap di rumahnya selama tiga hari.
Baca Juga:Hati-hati, Mencari Ilmu untuk Dunia Bisa Merusak Ilmu
Singkat cerita, selama menginap, Abdullah bin Amr tak menemukan amalan istimewa padanya. Ia menyaksikan lelaki itu beribadah sebagaimana muslimin lainnya.
Hanya saja, tiap kali membolak-balikkan badan di ranjangnya, lelaki itu membaca dzikir dan takbir sampai ia bangun untuk shalat subuh. Satu lagi, lelaki ini juga tak pernah berbicara kecuali yang baik.