Setiap orang setidaknya membutuhkan tujuh jam tidur di waktu malam agar tubuh istirahat dengan optimal. Tubuh dengan istirahat yang cukup akan memengaruhi tingkat kebugaran fisik.
Tidur merupakan kegiatan yang terlihat sederhana namun penting untuk menunjang kehidupan. Namun, saat ini banyak orang yang memiliki masalah tidur, seperti insomnia dan sleep deprivation.
Dokter Medis, Jefry Albari Tribowo mengatakan, tidur siang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh selain mengurangi rasa kantuk yang tak tertahankan.
Tidur merupakan kebutuhan penting bagi kesehatan jantung dan juga mempengaruhi fungsi otak untuk berpikir. Oleh karena itu, jika kita kerap begadang hingga larut malam, bisa jadi berpotensi meningkatkan risiko berbagai macam penyakit.
Kebiasaan sulit tidur di malam hari merupakan gejala insomnia. Hal ini patut diwaspadai, insomnia sendiri dapat menimbulkan banyak kerugian pada kualitas tubuh, seperti mudah lelah, sulit berkonsentrasi, dan menurunkan produktivitas.
Keesokannya lagi, Nabi mengatakan hal yang sama, dan lelaki Anshar itu kembali melintas di hadapan para sahabat. Peristiwa tersebut berulang lagi pada hari ketiga, dan memancing rasa penasaran para sahabat.
Sulit tidur di malam hari bisa jadi tanda bahwa seseorang mengalami insomnia. Insomnia adalah kondisi yang menyebabkan penderitanya sulit atau tidak bisa tidur sama sekali, meski memiliki kesempatan dan waktu yang cukup untuk istirahat.
Seperti yang disampaikan dalam hadits, Apabila engkau hendak mendatangi pembaringan (tidur), maka berwudhulah sebagaimana wudhumu untuk sholat. (HR. Al Bukhari no. 6311 dan Muslim no. 2710).
Sunnah Rasulullah jelang tidur yakni berdoa dan membersihkan kasur sebelum merebahkan tubuh. Kebiasaan ini ternyata memiliki manfaat bagi kesehatan kita.
Alangkah lebih baik sepertiga malam dimanfaatkan untuk menghidupkan sunnah, seperti shalat tahajud seperti beberapa manusia lain yang memilih bangun untuk berdzikir dan membaca Al-quran saat yang lain terlelap.