Ramai Perseteruan Fans K-Pop, Bolehkah Seorang Muslim Idolakan Artis K-Pop?
Muhajirin
Jum'at, 20 Mei 2022 - 13:10 WIB
Ilustrasi (foto: Twitter/Owlnuna)
Baru-baru ini warganet di Twitter dihebohkan dengan perseteruan antar fans K-Pop. Salah satu fans K-Pop menghina artis K-Pop yang diidolakan fans lainnya. Fans yang artisnya dihina bahkan mengancam akan menuntut pihak yang menghina idolanya ke meja hijau.
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah Cirebon, Buya Yahya, menjelaskan, muslim memiliki rambu-rambu mengidolakan seseorang. Apabila budaya yang diidolakan bertentangan dengan budaya seorang muslim, maka lebih baik ditinggalkan. Namun, jika tidak bertentangan, maka boleh-boleh saja.
"Sudah kasih rambu-rambu, datangnya dari mana pun, selagi itu bertentangan dengan budaya atau bukan dari budayanya orang beriman akan mengangkat syiar orang tidak beriman, dari ini saja hendaknya ini kita hindari," kata Buya Yahya di Al-Bahjah TV, Jumat (20/5/2022).
Baca Juga: K-Pop Makin Marak, Muhammadiyah Minta Pemerintah Perbaiki Pendidikan Budaya
Dalam hal ini bukan hanya K-Pop saja, namun semua figur publik ataupun budaya yang kerap menjadi idola masyarakat. Buya Yahya menyebut banyak grup yang selalu diidolakan masyarakat luas. Seorang muslim tingga melihat rambu-rambu yang telah ditetapkan syariat.
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah Cirebon, Buya Yahya, menjelaskan, muslim memiliki rambu-rambu mengidolakan seseorang. Apabila budaya yang diidolakan bertentangan dengan budaya seorang muslim, maka lebih baik ditinggalkan. Namun, jika tidak bertentangan, maka boleh-boleh saja.
"Sudah kasih rambu-rambu, datangnya dari mana pun, selagi itu bertentangan dengan budaya atau bukan dari budayanya orang beriman akan mengangkat syiar orang tidak beriman, dari ini saja hendaknya ini kita hindari," kata Buya Yahya di Al-Bahjah TV, Jumat (20/5/2022).
Baca Juga: K-Pop Makin Marak, Muhammadiyah Minta Pemerintah Perbaiki Pendidikan Budaya
Dalam hal ini bukan hanya K-Pop saja, namun semua figur publik ataupun budaya yang kerap menjadi idola masyarakat. Buya Yahya menyebut banyak grup yang selalu diidolakan masyarakat luas. Seorang muslim tingga melihat rambu-rambu yang telah ditetapkan syariat.