Teten Minta Perempuan Tingkatkan Kontribusi Wirausaha Pascapandemi
Mahmuda attar hussein
Jum'at, 20 Mei 2022 - 14:20 WIB
Menkop UKM Teten Masduki. (Foto: Istimewa).
Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki meminta wirausaha perempuan untuk meningkatkan kontribusinya dalam upaya pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19.
Kontribusi dan peran perempuan dalam kewirausahaan, termasuk UMKM sampai saat ini tercatat cukup besar. Sekitar 64 persen dari 64 juta UMKM digerakkan oleh perempuan.
"Di Indonesia sendiri, UMKM berkontribusi terhadap 60 persen pendapatan nasional,” kata dia dalam keterangannya, dikutip Jumat (20/5/2022).
Untuk itu, pihaknya mendukung penuh pelaku usaha perempuan agar terus meningkatkan kontribusinya. Apalagi peran pelaku usaha perempuan juga mendorong percepatan pemulihan ekonomi.
Baca Juga: Teten Masduki Minta Alokasi 40 Persen Anggaran untuk UMKM
Selain itu, tantangan baru yang muncul pascapandemi adalah peningkatan kesenjangan gender dalam partisipasi dan peluang ekonomi. Riset menunjukkan, pandemi paling mempengaruhi pengusaha perempuan, dengan mencapai angka 76 persen, karena perempuan harus bekerja dari rumah.
"Perempuan juga merupakan tulang punggung ekonomi di seluruh dunia, terutama di Indonesia. Di mana bisnis yang dimiliki oleh perempuan memiliki peran kunci dalam pengurangan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, dan diversifikasi ekonomi," katanya.
Kontribusi dan peran perempuan dalam kewirausahaan, termasuk UMKM sampai saat ini tercatat cukup besar. Sekitar 64 persen dari 64 juta UMKM digerakkan oleh perempuan.
"Di Indonesia sendiri, UMKM berkontribusi terhadap 60 persen pendapatan nasional,” kata dia dalam keterangannya, dikutip Jumat (20/5/2022).
Untuk itu, pihaknya mendukung penuh pelaku usaha perempuan agar terus meningkatkan kontribusinya. Apalagi peran pelaku usaha perempuan juga mendorong percepatan pemulihan ekonomi.
Baca Juga: Teten Masduki Minta Alokasi 40 Persen Anggaran untuk UMKM
Selain itu, tantangan baru yang muncul pascapandemi adalah peningkatan kesenjangan gender dalam partisipasi dan peluang ekonomi. Riset menunjukkan, pandemi paling mempengaruhi pengusaha perempuan, dengan mencapai angka 76 persen, karena perempuan harus bekerja dari rumah.
"Perempuan juga merupakan tulang punggung ekonomi di seluruh dunia, terutama di Indonesia. Di mana bisnis yang dimiliki oleh perempuan memiliki peran kunci dalam pengurangan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, dan diversifikasi ekonomi," katanya.