Rektor Unida Gontor Bagikan Pengalaman Dirikan Universitas Pesantren
Muhajirin
Selasa, 03 Agustus 2021 - 09:53 WIB
Rektor Universitas Darussalam Gontor Prof Dr KH Hamid Fahmy Zarkasyi, M.Ed, M.Phil (foto: unida.gontor.ac.id)
Rektor Universitas Darussalam Gontor, Prof. Dr. KH. Hamid Fahmi Zarkasyi, menuturkan pendirian universitas berbasis pesantren bukan perkara mudah. Selain mengadopsi sistem pondok pesantren modern, universitas berbasis pesantren juga harus memiliki keunggulan dibanding universitas umum.
Universitas berbasis pesantren artinya semua mahasiswa tinggal dalam asrama. Jika tetap pulang-balik, maka tidak ada perbedaan dengan kampus lain. Metode ini mengadopsi sistem pondok modern. Mantan Menteri Agama RI, Prof Abdul Mukti, pernah mengatakan, sistem pendidikan Islam yang paling efektif adalah sistem madrasah yang diasramakan (pondok modern).
“Kalau kita yang kita konversikan ke dalam sistem universitas, maka sistem Universitas Islam yang paling efektif untuk belajar adalah sistem universitas yang diasramakan. Ini penting, dan itulah yang menjadi ciri Universitas Pesantren. Asrama itu menjadi ciri khasnya. Kalau tidak diasramakan, maka tidak ada bedanya dengan perguruan tinggi lain. Tidak ada sibghoh di situ,” kata Prof Hamid dalam webinar yang ditayangkan akun Youtube Darunnajah Business School, dikutip Senin (2/8/2021).
Saat ini model universitas sangat banyak. Ada universitas konvensional baik negeri atau swasta, ada universitas milik ormas seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama. Ada pula Perguruan Tinggi Pesantren. Perguruan Tinggi Pesantren itu merupakan perguruan tinggi yang didirikan dan dimiliki oleh pesantren.
Ada yang membuka fakultas agama saja dan ada yang membuka fakultas umum, ada pula yang membuka keduanya. Tapi sayangnya tidak ada integrasi antara kedua jenis fakultas. Meskipun dimiliki pesantren, tidak semua pesantren menyediakan pondok untuk para mahasiswanya.
“Problemnya apa? Universitas pada umumnya dan Universitas Islam khususnya lebih mengutamakan pengembangan aspek kognitif dan kurang dalam pembinaan mental skill, mental spiritual, mental pejuang, dan mental ulama yang intelek. Jika demikian, produk apa yang akan dihasilkan oleh universitas Islam?,” ucap Prof Hamid.
Maka, kata Prof Hamid, universitas bersistem pondok pesantren modern adalah universitas yang mengintegrasikan sistem pendidikan pondok modern dengan sistem universitas modern. Ada hal yang ditonjolkan agar berbeda dengan universitas umum.
Universitas berbasis pesantren artinya semua mahasiswa tinggal dalam asrama. Jika tetap pulang-balik, maka tidak ada perbedaan dengan kampus lain. Metode ini mengadopsi sistem pondok modern. Mantan Menteri Agama RI, Prof Abdul Mukti, pernah mengatakan, sistem pendidikan Islam yang paling efektif adalah sistem madrasah yang diasramakan (pondok modern).
“Kalau kita yang kita konversikan ke dalam sistem universitas, maka sistem Universitas Islam yang paling efektif untuk belajar adalah sistem universitas yang diasramakan. Ini penting, dan itulah yang menjadi ciri Universitas Pesantren. Asrama itu menjadi ciri khasnya. Kalau tidak diasramakan, maka tidak ada bedanya dengan perguruan tinggi lain. Tidak ada sibghoh di situ,” kata Prof Hamid dalam webinar yang ditayangkan akun Youtube Darunnajah Business School, dikutip Senin (2/8/2021).
Saat ini model universitas sangat banyak. Ada universitas konvensional baik negeri atau swasta, ada universitas milik ormas seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama. Ada pula Perguruan Tinggi Pesantren. Perguruan Tinggi Pesantren itu merupakan perguruan tinggi yang didirikan dan dimiliki oleh pesantren.
Ada yang membuka fakultas agama saja dan ada yang membuka fakultas umum, ada pula yang membuka keduanya. Tapi sayangnya tidak ada integrasi antara kedua jenis fakultas. Meskipun dimiliki pesantren, tidak semua pesantren menyediakan pondok untuk para mahasiswanya.
“Problemnya apa? Universitas pada umumnya dan Universitas Islam khususnya lebih mengutamakan pengembangan aspek kognitif dan kurang dalam pembinaan mental skill, mental spiritual, mental pejuang, dan mental ulama yang intelek. Jika demikian, produk apa yang akan dihasilkan oleh universitas Islam?,” ucap Prof Hamid.
Maka, kata Prof Hamid, universitas bersistem pondok pesantren modern adalah universitas yang mengintegrasikan sistem pendidikan pondok modern dengan sistem universitas modern. Ada hal yang ditonjolkan agar berbeda dengan universitas umum.